1. Dampak aktivitas matahri terhadap cuaca antariksa Clara Y.Yatini 2. Igniter roket lapan Heru Supriyatno 3. Aplikasi jaringan neural untuk pemodelan dan prediksi curah hujan Dadang Subarna 4. Bisnis komersial wisata antariksa Pardamean Hutaean 5. Bukti visual penemuan planet pada bintang fomalhaut Emanuel Sungging Mumpuni 6. Relasional penginderaan jauh dengan pemetaan pengadaan t…
Evaluasi pemetaan potensi energi surya berbasis model WRF di desa palihan dan desa aikangkung. Pengaruh Central El nino pasifik tengah dan timur terhadap variabilitas curah hujan di Sulawesi.
Propogasi gelombang radio HF pada sirkit komunikasi stasiun tetap dengan stasiun bergerak (Jiyo) Sampah antariksa masalah di masa kini dan esok (Errya Satrya) Pengaruh perubahan Fmin terhadap besarnya frekuensi kerja terendah sikrit radio komunikasi HF (Varuliantor Dear) Kajian awal monitoring absorbsi ionosfer dengan menggunakan data Fmin ionosonda tanjung sari (Prayitno Abadi) Upa…
Kajian pengembangan jaringan komunikasi data di lapan (Tri Warningsih) Penemuan atom hidrogen dari pengamatan stereo pada kejadian flare X9, tanggal 5 Desember 2006 (Emmanuel Sungging Mumpuni) Analisis penentuan ekosistem laut pulau-pulau kecil dengan menggunakan data satelit resolusi tinggi study kasus:pulau bokor (Muchlisin Arief) Simulasi perhitungan nilai ketidakpastian spesifik im…
Perancangan awal optic infra merah untuk spectrum 3,6 - 4,6 um (Preliminary Design Of Infra Red Optical For Spectrum 3,6 - 4,6 um) Irwan Priyanto, Bustanul Arifin, Andi Mukhtar Tahir 55 - 60 Identifikasi flare berbasis hasil analisis data space - weather HMI active region patches (Sharps) (An Identification Of Flare Based On Space - Weather HMI active Region Patches (Sharps) Data Analysis) …
138-146. Operasi stasiun bumi satelit mikro penginderaan jauh 147-160. Analisis badai magnet bumi periodik 161-168. Flare besar pada tanggal 15-27 Januari 2005 dan pengaruhnya lingkungan antariksa 169-175. Telaah model numerik mekanisme terjadinya flare di matahari 176-182. Flare berdrasi panjang dan kaitannya dengan bilangan sunspot
70-84. Fungsi sub-sistem satelit mikro penginderaan jauh 85-102.Kajian beberapa sistem penginderaan jauh satelit mikro dan satelit kecil serta aplikasi data 103-113. Penentuan pola hari tenang untuk mendapatkan tingkat gangguan geomagnet di Biak 114-128. Inventarisasi sumber daya alam pesisir dan laut dengan menggunakan data satelit landsat study kasus 129-137. Helisitas magnetik daerah ak…
1-6. Analisis statistik perbandingan temperatur virtual rass dan radiosonde diatas kototabang, Sumatera Barat saat kegiatan CPEA CAMPAIGN I berlgsung 7-17. Pengaruh sinar kosmik terhadap pembentukan awan total dan awan atas wilayah Indonesia dalm periode 1979-1995 18-32. Lingkungan antariksa, orbit satelit dan gangguannya 33-52. Pengembangan sistem monitoring real time data geomagnet 53-69…
1. Rancang bangun roket lapan dan kinerjanya 2. Pemanfaatan prediksi rekuensi komunikasi radio HF untuk manajemen frekuensi 3. Dampak tsunami terhadap perubahan lingkungan atmosfer 4. Dampak peningkatan radiasi UV-B terhadap manusia
48-51. Pengaruh hujan asam pada biotik dan abiotik 52-59. Frekuensi komunikasi radio HF dilingkungan kantor pemerintah provinsi Kalimantan Timur 60-67. Semburan radio matahari sebagai indikator cuaca 68-71. Komunikasi jarak jauh menggunakan 2 meteran 72-82. Lingkungan strategis pengembangan teknologi roket nasional
39-44. Studi perbandingan distribusi indexs K geomagnet antara stasiun biak dengan magnometer digitar dan stasiun tangerang dengan magnetometer analog 45-48. Sinyal aktivitas matahari dan enso pada pola liputan awan di Indonesia 49-60. Karakteristik data TLE dan pengolahannya 61-66. Gangguan pada satelit GSO 67-74. Pengaruh aktivitas matahari dan geomagnet terhadap ketinggian orbit satelit …
79-82. Peran kimia komputasi dalam mempelajari mekanisme reaksi proses elektrolisis NaCI menjadi NaCIO 83-90. Resiko banjir kabupaten gresik berdasrkan citra satelit 91-94. Studi iklim berbasis model REGCM3 95-99. Sistem stasiun bumi penjejak (tracking) satelit obat rendah 100-106. Pengaru lingkungan pada teknologi wahana antariksa
51-54. Katalisis heterogen dengan mekanisme langmuir-hinshelwood sebagai model reaksi elektrolisis NaCI 55-60.Kapabilitas citra hiperspektral 61-65. Simulasi cuaca daerah padang 66-74. Lubang hitam di pusat galaksi bima sakti 75-78. Sudut elevasi dan ketinggian antena untuk komunikasi radio HF
95-100. Konsep pengembangan satelit lapan A2 101-111. CME dan pancaran angin surya yang terkait 112-117. Keterkaitan aktivitas matahari dengan aktivitas geomagnet di biak tahun 1996-2001 118-131. Evaluasi pengunjung perpustakaan lapan pusat, periode tahun 2002 sampai tahun 2007 132-137. Kajian keteitian koreksi geometrik data spot -4 NADIR level 2A studi kasus: Nusa Tenggara Timur
25-100. Metode pembacaan data ionosfer hasil pengamatan menggunakan ionosonda FMCW 31-36. Ledakan matahari pemicu anomali dinamika atmosfer bumi 37-40. Lapisan e-sporadis sebagai media pemantul radio komunikasi VHF rendah 41-45. Sistem pengolahan prediksi parameter komunikasi 46-50. Squib sebagai sumbu penyala listrik
1-9. Pengaruh aktivitas matahari pada curah hujan di atas Indonesia: Variasi siklus kesiklus 10-20. Kajian sensor okultasi GPS untuk muatan ilmiah satelit mikro lapan generasi ke-2 21-32. Siklon tropis di selatan dan barat daya Indonesia dari pemantauan satelit TRMM dan kemungkinan kaitanya dengan gelombang tinggi dan puting beliung 33-49. Teknik dan metode fusi (pansharpening) data alos (a…
96-100. Upaya kemandirian ammonium perkhlorat dalam rangka menunjang roket peluncur satelit 101-104. Penggunaan high performance liquid chromatography (HPLC) dalam proses analisis deteksi ION 105-108. Pengukuran tenggang penyalaan propelan cair 109-116. Kajian hasil uji prediksi frekuensi HF pada sirkit komunikasi radio di lingkungan kohanudnas 117-122. Optimalisasi pengamatan data uji ko…
1. Kajian sistem penginderaan jauh serial satelit CBERS dan analisis pemanfaatan data 17. Badai matahari dan pengaruhnya pada IONOSFER dan GEOMAGNET di Indonesia 25. Penentuan frekuensi maksimum komunikasi radio dan sudut elevasi antena 31. Perbandinga curah hujan hasil simulasi model sirkulasi umum atmosfer dengan data observasi satelit TRMM 41. Kajian sistem penginderaan jauh satelit mik…
72-79. Potensi pemanfaatan sistem APRS untuk sarana penyebaran informasi kondisi cuaca antariksa 80-86. Studi pustaka perubahan kerapatan elektron lapisan D IONOSFER menggunakan pengamatan AMPLITUDO sinyal VLF 87-92. Pengamatan kuat sinyal radio menggunakan S Meter lite 93-98. Kajian pengaruh UAP air terhadap perubahan iklim 99-105. Mekanisme interaksi MONSUN Asia dan Enso
37-40. Penelitian smokes generator menggunakan bahan pewarna organik 41-46. Aktivitas matahari dan dampaknya pada komunikasi radio HF 47-51. Program aplikasi MixW komunikasi data menggunakan radio HF 52-57. Uji coba paket program HamPAL untuk Pengiriman data menggunakan radio komunikasi HF 58-62. Mengenal orbit sunsinkronus sebagai orbit satelit lapan tubsat
52-59. Peringkat terpanas ke-8 suhu atmosfer global tahun 2008 60-66.Telaah propagasi gelombang radio dengan frekuensi 10,2 MHz dan 15,8 MHz pada sirkit komunikasi radio Bandung-Watukosek dan Bandung-Pontianak 67-74. Analisis variasi curah hujan berdasrkan zona prediksi iklim (ZPI) di wilayah SUBAG dan Tasikmalaya tahun 1980-2005 75-85. Pengaruh El Nino 1997 terhadap variabilitas ozon total …
1-5. Upaya meminimalisasi SPAM pada layanan email lapan Bandung 6-11. Corotating interaction region yang terkait dengan lubang korona tanggal 22 Agustus 2010 12-20. Tomografi IONOSFER dari penerima ITS-30 di SPD Pontianak sebagai bagian jaringan LITN
1-11. Karakteristik hidrometeor di wilayah bandara Ahmad Yani Semarang Adi Sucipto Yogyakarta 12-17. Komunikasi radio high frequency jarak dekat 18-26. Pemanfaatan data satelit MTSAT untuk identifikasi awal musim kering di Indonesia 27-33. Analisis perubahan variasi harian komponen H pada saat terjadi badan magnet 34-40. Gangguan geomagnet pada fase minimum aktivitas matahari dan medan ma…
1. 1-6. Uji kecenderungan unsur-unsur iklim di cekungan Bandung dengan metode mann-kendall 2. 7-16. Mengenal lama penyinaran matahari sebagai salah satu parameter klimatologi 17-26. Riset ionosfer regional Indonesia dan pengaruhnya terhadap sistem komunikasi dan navigasi modern 27-32. Potensi emisi metana ke atmosfer akibat banjir 33-39. Pemmbuatan toluendiamin sebagai salah satu tahap pemb…