Buku yang berjudul "Menelusuri Jejak Rempah di Kalimantan Tengah Abad Ke-19 dan Ke-20" ini berfokus pada tujuan untuk mengajukan jenis rempah lainnya, yaitu rempah wangi berupa kayu gaharu (orang Dayak menyebutnya garu), resin kayu, kayu manis liar, dan juga sebangsa kayu wangi seperti kayu manis liar yang dikenal dengan sintok. Selain itu, buku ini juga memberi informasi terkait bagaimana masy…
Studi tentang tokoh sejarah dalam buku yang berjudul Nasionalis di Lingkungan Aristokrat Islam Sambas ini ditempatkan sebagai jendela untuk memahami perkembangan nasionalisme di Indonesia, khususnya di Kalimantan Barat. Lewat tokoh yang tentu saja berfokus pada aspek kepribadian dan peranannya, studi nasionalisme ini diharapkan dapat menghasilkan sisi kemanusiaan yang unik. Melalui Raden Muslim…
Dari beberapa fase migrasi orang-orang Bugis di Kesultanan Pontianak, tampaknya periode migrasi pada pertengahan abad ke 19 adalah yang paling berkaitan erat dengan perkembangan ekonomi, baik dalam hal perdagangan, pertanian, maupun perkebunan. Lantas, bagaimanakah sejarah kedatangan orang-orang Bugis dan keadaan umum di Kesultanan Pontianak, baik keadaan geografis, politik, maupun masyarakatn…
Kitab Qonun Sambas yang merupakan produk undang-undang Melayu memuat tidak hanya sistem pemerintahan, sistem pentadbiran, dan susunan masyarakat Melayu lama, tetapi juga alam pikir orang Melayu pada masa lampau.
Buku ini mengetengahkan mozaik nasionalisme yang bertumbuh-kembang di Kalimantan Barat: wacana nasionalisme ekonomi, ide nasionalisme seorang tokoh bernama H. Rais bin Abdoerrachman, dan nasionalisme organisasi pergerakan Pesatoean Anak Borneo (PAB).
Handep : jurnal sejarah dan budaya volume 2 nomor 1 Desember 2018 ini terdiri atas 5 artikel bidang sejarah dan kebudayaan. Redaksi menyajikan sebuah artikel tertema sejarah lingkungan di era kontemporer dan sebuah artikel yang menyoal penggunaan sumber sejarah periode kolonial serta pengaruh nilai lokal dalam bentuk persepsi masyarakat.