Kertas dan koran bekas hanya dianggap sebagai sampah. Dibuang sembarangan menyebabkan lingkungan kotor. Namun, sesungguhnya sampah tersebut bisa menjadi karya seni yang berharga. Sekarang kertas dan koran bekas tersebut bisa digunakan untuk membuat topeng. Topeng beraneka rupa. Topeng tersebut bisa untuk pajangan, juga bisa diperjualbelikan. Itu yang dilakukan oleh Satriya. Ingin mencoba? Bacal…
Setiap selapan sekali pada Sabtu Legi, Mbah Putri membuat bancakan. Bancaan dibuat untuk memperingati weton Adi dan Santi. Adi dan Santi selal membagikan bancakan kepada teman-temannya. Saat teman-teman berjalan pulang, tidak sengaja sepeda Yudi menyerempet Wulan. Bancakan Wulan tumpah. Bagaimana kelanjutan ceritanya?
Pembangunan berwawasan lingkungan sebenarnya sudah lama digembar-gemborkan tetapi kenyataannya berbeda. Pelestarian lingkungan, ibarat penyakit sudah menjalar dan sulit disembuhkan. Maka dari itu, diperlukan kesungguhan yang luar biasa untuk mencapai agar semua terlaksana, yaitu perlu memberikan pengetahuan kepada generasi muda yang nantinya akan menghadapi kenyataan. Mumpuni, gadis kecil ya…
Hasan ingin bermain. Ayahnya mengajak bermain dam. Hasan terkejut mendengar istilah dam. Hasan dan ayahnya menyiapkan perlengkapan bermain dam. Akbar menghampiri Hasan untuk mengajak bermain. Hasan dan Akbar akan diajari bermain dam. Bagaimana cara bermain dam? Apakah Hasan dan Akbar senang bermain? Ayo, simaklah cerita Bermain Dam!
Bagas sering diminta Ibu untuk rajin membantu menyapu halaman di dekat kamarnya agar menjadi bersih. Akan tetapi, perintah Ibu tidak pernah dilaksanakan Bagas. Ketika turun hujan deras, apa yang dikhawatirkan ibunya menjadi kenyataan. Halaman penuh dengan air hujan dan menyebabkan banjir. Pelan-pelan air hujan memasuki kamar Bagas. Lalu, apa yang dilakukan Bagas ketika mengetahui keadaan tersebut?