Setiap minggu, Nada dan keluarganya makan sate bebek di Alun-alun Kota Cilegon. Suatu hari, nada melihat seorang kakek pengemis mencari sisa makanan. Hatinya tergerak untuk membantu, tapi sate sudah habis. Nada tidak menyerah. Kira-kira, apa ya yang akan dilakukan Nadia?
Tius dan teman-temannya bermain di Hmen Saw, yaitu tempat penanaman pohon Ton atau pohon Mangrove. Di sana mereka bertemu kakek Herman, yang mengajarkan mereka cara menanam pohon Ton.
Saat Sabiru ingin memasukkan buku, dia melihat tasnya berlubang. Sabiru ingin sekali membeli tas baru, tetapi uang simpanan tak cukup untuk membeli tas baru. Apakah Sabiru akan meminta uang kepada ibu atau tetap memakai tas lamanya yang sudah berlubang.
Harsori atau ondoafi di gunung Mer di Teluk Youtefa, menikah dengan seorang bidadari bernama Niambra dan mereka memiliki tiga orang anak yang diberi nama yang sama dengan ayahnya dan mereka diberikan tanda pada kulit mereka untuk membedakan ketiganya.
Buku cerita adalah alih aksara Kanganga dari buku cerita anak dwibahasa yang disusun dengan bahasa Sunda Banten pada tahun 2023. Buku yang berjudul Carita ti Carita (Cerita dari Cerita) ini menceritakan tentang Lalang yang mengikuti tradisi ruwat laut. Tradisi tersebut adalah wujud rasa syukur dan cinta kepada laut. Sayangnya banyak orang buang sampah sembarangan di pinggir laut. Apakah yang a…
Buku cerita adalah alih aksara Kanganga dari buku cerita anak dwibahasa yang disusun dengan bahasa Sunda Banten pada tahun 2023. Buku yang berjudul Liburan ka imah badak (Liburan ke rumah badak) ini menceritakan tentang Aji berlibur ke rumah kakeknya. Dia sangat menyukai badak. Dia merasa dijanjikan bertemu dengan badak. Padahal ayahnya ingin mengenalkan rumah kakeknya yang berarsitektur badak …
Emak nunutaken Rahmat ming desone Abah Ende. Emak megawe ning kota. Awale Rahmat purik. Deweke durung duwe batur. Apa maning bocah-bocah desa langka sing memenganan gim. Ana salah siji bocah, arane Aris, ngajaki rahmat dedolan. Rahmat nolak lan ora sengaja ngerusakaken gogolio endeke Aris. Peremen carane rahmat jaluk pangapura, ya?
Supik penasaran dengan kain yang dipakai Nenek di dalam foto. Kain itu namanya tudung lingkup. Apakah Supik bisa memakai tudung lingkup seperti Nenek? Yuk, temukan jawabannya di dalam buku ini.
Saat lebaran, Jijah datang menemui Nde. Di rumah, Nde sudah menyiapkan banyak makanan. Salah satu makanannya yaitu jejorong. Jijah merasa bingung karena jejorong jarang terlihat. Kata Nde, jejorong hanya ada pada hari besar seperti lebaran. Apakah Jijah harus menunggu lebaran tahun depan supaya bisa makan jejorong lagi?
Bermain bola adalah salah satu permainan yang sangat disukai anak-anak di Pulau Enggros Tobati.
Buku ini memberikan gambaran kenerja Atase Pendidikan dan Kebudayaan di Berlin untuk periode 2016-2020 disertai harapan agar dapat ditingkatkan oleh Atase Pendidikan dan kebudayaan periode berikutnya.
Boni dan teman-temannya, ingin menggali kembali keseruan permainan tradisional Papua yaitu "Patah Kaleng" yang hampir terlupakan. Mereka belajar dari kakek Yosep dan bermain bersama.
Cerita tentang Patriot Bersama temannya, Fek si kunang-kunang. ketika bermain bersama, tanpa disadari Patriot semakin jauh dari rumah. Keadaan yang gelap membuat Patriot takut. Apakah Fek dapat membantu Patriot?
Di pesisir teluk Youtefa, Mandar dan Cumi berenang menjauhi tempat tinggal mereka. Mereka berencana mencari makan. Mereka tidak mendengarkan perkataan kakek Garopa yang melarang mereka bermain jauh dari tempat tinggal mereka. Apa yang terjadi?
Debora berekreasi ke Pantai Resyuk bersama Nenek. Debora mengamati banyak biota laut, sedangkan Nenek mencari kerang menggunakan kalawai. Tiba-tiba Debora menginjak duri babi berwarna hitam di antara rumput laut. Nenek mengeluarkan duri babi itu menggunakan air hangat. Setelah itu, mereka pun menikmati kerang dan bekal makan siang di tepi Pantai Resyuk.
Joko berasal dari Jawa dan baru saja pindah di sebuah tempat di Papua lebih tepatnya di Provinsi Papua Pegunungan, kampung Aikima. Joko tidak memiliki seorang teman hingga suatu sore , Joko bertemu dengan Manu, seorang laki-laki yang tinggal di kampung Aikima. Manu suka sekali bermain di sore hari bersama dengan teman-temannya sambil memainkan permainan tradisional Si Koko.
Di sebuah kampung, tepatnya di Abepantai, Kelurahan Abepantai, Kecamatan Abepura, Kota Jayapura hiduplah seorang mama yang bernama Mama Nilce dan seorang anak perempuannya yang bernama Hana. Mereka hidup rukun dan damai. Setiap hari Mama Nilce menghabiskan waktu untuk menjaga dan merawat tugu bersejarah, yaitu Tugu Peninggalan Tentara Jepang.
Ojek laut merupakan mata pencaharian utama Bapak Enos, Bapak Enos bersedih ketika melihat perahunya rusak.
Awi yang sedang liburan mengunjungi orang tuanya. Namun dia kaget melihat kampungnya yang tidak menarik dan kumuh. Langkah apa yang akan diambil oleh Awi?
Pagi yang cerah, terlihat kesibukan penduduk di daerah pesisir kampung Enggros Tobati. Elis si periang, suka menolong, disuruh ibunya berbelanja ke pasar untuk membeli bahan kue Fda (feda)
Ninis belajar terbang bersama ayahnya. Akan tetapi, ia malah sibuk menangkap belalang. Ninis terpisah dengan ayahnya. Ninis ketakutan. Ia ingin pulang. Lalu apa yang harus Ninis lakukan? Ayo cari tahi di dalam cerita!
Kucing yang dipanggil si Belang sudah dari kecil dirawat oleh keluarga Tama. Mereka sangat menyayanginya. Suatu hari, kucing itu meninggalkan rumah. Rara gelisah dan meminta Tama untuk mencarinya. Apakah kucing Tama ditemukan? Bagaimana tindakan Tama dan Rara selanjutnya? Ayo baca ceritanya sampai akhir ya!
"Saya sangat terkesan dengan pendekatan Kang Yoto terhadap kehebatan kandungan al-Fatihah seperti yang tertuang dalam buku ini. Sayang jika dilewatkan buku yang inspiring, motivating and guiding ini." - Komaruddin Hidayat, penulis buku best seller "Psikologi Kematian" "Meski bukan ditulis oleh pemuka agama, saya merasakan spriritualitas yang kental sejak awal bab buku ini. Lalu kemudian saya s…
Buku Kerangka Acuan Standar Kompetensi Geografi Edisi 1 dikembangkan melalui proses yang panjang. Buku ini ditulis oleh banyak orang dan direviu melalui Focus Group Discussion (FGD) para anggota dan pengurus Ikatan Geograf Indonesia (IGI), sehingga diperkirakan masih banyak gagasan yang belum dituangkan dalam buku ini. Gagasan dari para penulis dan reviewer memiliki rujukan yang dapat dipertang…
Keragaman isi tulisan dalam buku ini tidak terhindarkan, sehingga kami mengelompokkan artikel yang ada dalam buku ini ke dalam empat bagian, yakni : bagian 1 terkait dengan "islam rahmatan lil alamin" ; bagian 2 tentang "Nasionalisme" ; bagian 3 tentang "Pemuda dan bina damai" ; dan bagian 4 berbicara tentang "Toleransi"