ungkapan rasa dan pikir dalam pantun melayu kalimantan barat
Pembangunan berwawasan lingkungan sebenarnya sudah lama digembar-gemborkan tetapi kenyataannya berbeda. Pelestarian lingkungan, ibarat penyakit sudah menjalar dan sulit disembuhkan. Maka dari itu, diperlukan kesungguhan yang luar biasa untuk mencapai agar semua terlaksana, yaitu perlu memberikan pengetahuan kepada generasi muda yang nantinya akan menghadapi kenyataan. Mumpuni, gadis kecil ya…
Anung terbiasa membawa wadah untuk tempat jajanan. Ketika sedang jajan di warung Bude Mar, dia bertemu Danaka. Teman sekolahnya itu menertawakan dan mengolok-olok. Kata Danaka, membawa wadah itu sudah kuno. Anung malu, lalu berkata pada ibunya jika lain kali tidak mau membawa wadah. Apakah Anung sungguh tidak mau membawa wadah lagi?
Sekarang pukul berapa? Bayu berulang kali melihat jam. Bayu juga berulang kali bertanya kepada Bapak, kapan akan berangkat. Kelihatannya Bayu sudah tidak sabar. Bayu dan Bapak mau berangkat ke mana ya? Ayo, belajar waktu dengan mengikuti perjalanan Bayu dan Bapak.
Tono dan Tini bermain bersama dengan gembira. Keduanya bermain balok. Balok Tini ditumpuk tinggi seperti menara. Balok Tono berbaris memanjang seperti kereta. Tini senang memandang menaranya. Namun, Tono kecewa, merasa kurang panjang keretanya. Tono lalu meminta balok milik Tini, tetapi tidak diberi. Kira-kira bagaimana Perasaan Tono? Apa yang akan dilakukannya?
Andi ante Arham ntali ntoai. Sing nomore lagundi. Nasonda poiri roo mbapalaisaka lagundi. Sira radua nangova mbragga lagundi. Kao[una natekai ri pu nggayu bara. I sema pue nusuara. Pue nggayu bara. Beriva kapolana? Rabasata Mpasanggani tesa hei!
Tak sengaja Yesi menabrak Dadong Sari. Barang-barang bawaannya berhamburan. Yesi harus membantu Dadong mengumpulkan dan membawa barang-barang itu.
Daftar Isi 1. Mempertimbangan Kembali Raja Pembaru Jawa: Analisis Fungsional Pada GayaPemerintaan Raja Airlangga Pada Abad Ke-11M 2. Asal-Usul, Bentuk, dan Eksistensi Tari Langsir Dari Etnik Haloban 3. Perkembangan Sekolah Islam Di Pontianak Pada Masa Kolonial (1914-1941) 4. Pendidikan dan Pergerakan Nasional: Banyuwangi Awal Abad XX 5. Migrasi Buruh Pada Perkebunan Tebu Di Mojokerto 1901-…
Buku ini ingin mengambil jalan moderat, dengan menawarkan upaya mengurai peran keduanya sebagai jalan mencari kebenaran. Ada apresiasi atas segi-segi sains yang bermanfaat bagi agama, terutama dalam menyingkap kenyataan fisikal-empiris alam semesta dan aplikasinya dalam kehidupan manusia. Ada pengakuan bahwa agama mengandung segi-segi yang dapat memberi kontribusi pada sains, terutama menyangku…
Cerita yang berasal dari daerah Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur. Aji Batara Agung Dewa Sakti adalah pendiri, sekaligus Maharaja dari Kerajaan Kutai Kartanegara. Buku ini bercerita tentang kelahiran Aji Batara Agung Dewa Sakti hingga bertemu jodohnya yang bernama Putri Karang Meulenu
Mikrobiologi didefinisikan sebagai ilmu yang mempelajari tentang organisme hidup yang berukuran mikroskopis, atau disebut sebagai mikroorganisme. Dalam perkembangannya, mikrooganisme seperti bakteri dan fungi, seringkali dikaitkan dengan pengaruh negatifnya terhadap pangan dan kesehatan, namun tidak sedikit juga mikroorganisme juga dikenal dengan keberlimpahan manfaatnya bagi manusia, baik dala…