Cerita tentang Patriot Bersama temannya, Fek si kunang-kunang. ketika bermain bersama, tanpa disadari Patriot semakin jauh dari rumah. Keadaan yang gelap membuat Patriot takut. Apakah Fek dapat membantu Patriot?
Di pesisir teluk Youtefa, Mandar dan Cumi berenang menjauhi tempat tinggal mereka. Mereka berencana mencari makan. Mereka tidak mendengarkan perkataan kakek Garopa yang melarang mereka bermain jauh dari tempat tinggal mereka. Apa yang terjadi?
Debora berekreasi ke Pantai Resyuk bersama Nenek. Debora mengamati banyak biota laut, sedangkan Nenek mencari kerang menggunakan kalawai. Tiba-tiba Debora menginjak duri babi berwarna hitam di antara rumput laut. Nenek mengeluarkan duri babi itu menggunakan air hangat. Setelah itu, mereka pun menikmati kerang dan bekal makan siang di tepi Pantai Resyuk.
Karena waktu libur telah tiba, Tince membantu Ibunya berjualan di pasar. Tince dan ibu berjualan berbagai macam ikan. Hasil berjualan di pasar, Tince mendapatkan upah karena telah membantu ibunya.
Buku cerita anak Papua dwibahasa ini tersedia dengan dalam Bahasa Tobati dan Bahasa Indonesia. Buku cerita ini merupakan buku bagi pembaca jenjang B3. Jenjang B atau Jenjang Pembaca Awal adalah jenjang pembaca yang memerlukan Perancah (scaffolding) dan mampu membaca teks berupa kata/frasa dengan kombinasi bunyi huruf, klausa, dan kalimat sederhana. Ros ingin berpetualang untuk mengambil kerang/…
Ibu Yospince adalah seorang guru Seni Budaya asli Tobati. Dia akan mengenalkan beberapa jenis tarian asli daerah Tobati kepada siswanya. Apakah siswa-siswi tertarik dengan tarian tersebut?
Di sebuah kampung, tepatnya di Abepantai, Kelurahan Abepantai, Kecamatan Abepura, Kota Jayapura hiduplah seorang mama yang bernama Mama Nilce dan seorang anak perempuannya yang bernama Hana. Mereka hidup rukun dan damai. Setiap hari Mama Nilce menghabiskan waktu untuk menjaga dan merawat tugu bersejarah, yaitu Tugu Peninggalan Tentara Jepang.
Sore hari, di bawah jembatan merah Pantai Hmen Saw, ada tiga anak laki-laki sedang bermain dan mandi. Mereka berlomba untuk menangkap ikan dan yang paling banyak menangkap ikan dialah pemenangnya. Akan tetapi, mereka jadi berkelahi untuk menentukan pemenangnya. Siapakah yang menjadi pemenang sesungguhnya?
Ojek laut merupakan mata pencaharian utama Bapak Enos, Bapak Enos bersedih ketika melihat perahunya rusak.
Awi yang sedang liburan mengunjungi orang tuanya. Namun dia kaget melihat kampungnya yang tidak menarik dan kumuh. Langkah apa yang akan diambil oleh Awi?
Di Kampung Tobati, ada tiga orang anak yang berteman karib. Suatu hari mereka melihat seekor tikus yang telah mati dan dipenuhi belatung. Ketiga kawanan ini, ingin mencari tahu darimana asalnya belatung tersebut..
Fot-fot adalah Kue khas Tobati yang dibuat dari ubi rebus lalu ditumbuk khalus dicampur dengan gula pasir, dibentuk bulat yang disajikan dengan kelapa muda parut. Penasaran dengan rasanya?
Pagi yang cerah, terlihat kesibukan penduduk di daerah pesisir kampung Enggros Tobati. Elis si periang, suka menolong, disuruh ibunya berbelanja ke pasar untuk membeli bahan kue Fda (feda)
1. The History and Future of Migrationist Explanations in the Archeology of the Eastern Woodlands with a Synthetic Model of Woodlans Period Migrations on the Gulf Coast 2. From the neolithic to thr Bronze Age in Central Italy: Settelment, Bural, and Social Change at the Dawn of Metal Production 3.The Archaelogy of Pig Domestication in Eurasia
Buku ini berisi kumpulan dongeng yang disusun dari berbagai sumber dengan memfokuskan pesan moral yang terkandung dalam cerita.
Buku ini merupakan kumpulan artikel Andrea Acri (dosen dan peneliti di EPHE, PSL University, Paris) yang berfokus pada Siwaisme (agama Siwa), tantrisme, dan yoga di Jawa dan Bali pada zaman kuno, serta kelanjutannya (sebagai “agama Hindu”) di Bali pada zaman modern. Acri menggarisbawahi keterkaitan praktik agama di Jawa dan Bali dengan tradisi Siwaisme, Brahmanisme, dan agama Hindu di In…
Booklet ini mendeskripsikan struktur Barong Landung di serta menganalisis fungsi dan upaya pelestarian yang dilakukan oleh masyarakat pendukungnya maupun oleh pemerintah.
buku ini mencoba mengindetifikasikan Suku Anak Dalam yang secara administratif dilakukan di Kabupaten Dharmasraya. Tidak mudah menemukan warga Suku anak dalam tersebut karena mobilitasnya yang cukup tinggi dan tidak mengenal batas-batas administratif pemerintahan. Permasalahan yang dihadapi suku anak dalam menjadi polemik antara pembangunan dan pelestarian budaya. Kehidupan suku anak dalam yan…
Daftar Isi: 1. Local Knowledge of Cipatat Kolot on The Climate Adaptation: Seed, Organic Fertilizer, and Harvest Proccessing 2. Kampung Angklung di Ciamis: Penjaga Ekosistem Budaya Angklung 3. Tubo dalam Perspektif Ekologi Budaya Petani Keramba Jaring Apung di Kawasan Danau Mninjau Provinsi Sumatera Barat. 4. Kepanduan dan Politik: Gerakan Padvinders di Padang Panjang 1926-1934 5. Perseb…