Seperti biasanya setiap mendapat jatah libur kerja, Mas Bimo pulang ke Bantul naik pesawat dari Samarinda. Liburan ini, Mas Bimo dan Dewan membuat perabot yang berguna dari barang bekas. Barang bekas tadi ditemukan dari perkarangan rumah. Mereka juga mencari barang bekas dari gudang. Hasil pembuatan dari barang bekas laku untuk dijual. Pada saat jual beli, Mas Bimo menggunakan uang tetapi tidak…
Ayu malas membuang plastik di tempat sampah. Plastik itu dibuang di parit. Malamnya, sampah-sampah di parit menyatu menjadi raksasa. Wujudnya menakutkan. Raksasa tadi mendatangi Ayu. Dia marah karena parit itu bukan rumahnya. Air parit disedot sehingga surut. Ikan-ikan tidak bisa berenang. Ayu tidak tega melihat ikan-ikan tadi. Dengan tenang, Ayu berkata pada raksasa supaya mengembalikan air ta…
Anung terbiasa membawa wadah untuk tempat jajanan. Ketika sedang jajan di warung Bude Mar, dia bertemu Danaka. Teman sekolahnya itu menertawakan dan mengolok-olok. Kata Danaka, membawa wadah itu sudah kuno. Anung malu, lalu berkata pada ibunya jika lain kali tidak mau membawa wadah. Apakah Anung sungguh tidak mau membawa wadah lagi?
Sawah milik Mbah Kakung diserang hama tikus. Mbah Kakung sedih sekali. Bapak yang mendengar hal itu, lalu datang kerumah Mbah Kakung. Ibu, Tini, dan Tono diajak. Mbah Kakung sudah tidak mau lagi menjadi petani. Selain karena merasa sudah tidak mampu, sekarang mencari pupuk susah. Bapak lalu membujuk supaya Mbah Kakung mau melanjutkan mengolah lahan pertanian miliknya. Tetapi, pemikiran Mbah Kak…
Buku ini menceritakan tentang ketika liburan sekolah Jannah berkunjung ke rumah neneknya di kampung. Di sana dia punya teman Galuh dan Imah. Sayangnya di kampung itu jaringan seluler kurang bagus, sehingga Jannah tidak bisa menggunakan game handphone. Supaya tidak bosan, Jannah diajak "Bamainan tali ulai".
Aliya dator ke sana. Andn orang tuanya pergi ke Dusun Semabu, Mereka naik kapal motor ke sana. Ada apa di Dusunb Semabu? Bagaimana pengalaman Aliya selama di sana? Ayo, temukan jawabannya di buku ini!
Raras baru saja bangun dari tidur sorenya. Dia segera bergegas menuju halaman Mbah Tejo. Di halaman tadi sudah ada teman-teman mainnya. Saat sedang asyik bermain, Raras ingin kencing. Berhubung dia tidak berniat lari pulang ke kamar mandi, Raras memilih kencing di dekat sekumpulan tanaman bunga yang ada di halaman tadi. Pulang bermain, Raras menggaruk-garuk bagian selangkangan. Rasanya sangat g…
Bumi nyipeng ning geria sepupuned, Bintang. Ing rika ugah wenten sepupu sing sejen. Rengse dahar sipeng, Bumi maler ngelih. Apa sing ayun dipolah?
Azka anak pintar, tetapi ia tidak suka makan nasi. Makanannya sering tidak dihabiskan. Ibunya bingung kemudian menasihati Azka supaya tidak menyisakan makanan. Ibu mengajak Azka membeli beras. Membelinya tidak di warung atau pasar. Di mana Ibu membeli beras? Apakah teman-teman ingin tahu?
Hasan ingin bermain. Ayahnya mengajak bermain dam. Hasan terkejut mendengar istilah dam. Hasan dan ayahnya menyiapkan perlengkapan bermain dam. Akbar menghampiri Hasan untuk mengajak bermain. Hasan dan Akbar akan diajari bermain dam. Bagaimana cara bermain dam? Apakah Hasan dan Akbar senang bermain? Ayo, simaklah cerita Bermain Dam!
Setelah mencuci, Ulul, Raffi, dan Angga menjemur sarung yang berjumlah sepuluh. Tiga anak itu mengurutkan sarung di jemuran mulai dari yang paling kecil sampai paling besar. Tali jemurannya melorot. Kata Ulul, tidak apa-apa. Sore hari, langitnya mendung. Ulul segera berlari, hendak mengangkat sarung dari jemuran. Lo, kok sarungnya hanya ada enam?
Buku Meniti Tangga Kesuksesan adalah wujud nyata dari komitmen para guru MTs Aisyiyah 1 Nganjuk dalam mengembangkan budaya literasi. Buku ini merangkum perjalanan madrasah selama satu dekade (2014-2024), menggambarkan berbagai program, kegiatan, serta tantangan yang dihadapi dalam membangun prestasi dan kreativitas. Melalui tulisan ini, para guru tidak hanya berbagi pengalaman dalam dunia pe…
Ikhsan dan Rudi berkunjung ke Rumah Tuo Rantau Panjang. Ada apa saja di Rumah Tuo? Yuk, ikuti kisah mereka dalam buku ini!
Pak Trima pekerjaannya membuat surjan lurik. Surjan buatannya sudah terkenal sehingga banyak yang datang untuk membeli surjannya. Mengetahui bahwa surjan Pak Trima laris, Pak Cakra tidak rela. Dia ingin mengalahkan surjan Pak Trima. Kemudian ia mempunyai ide membuat surjan emas. Ketika ada pameran busana adat, Pak Cakra dan Pak Trima juga memamerkan surjan masing-masing. Kira-kira surjan siapa …
Salah satu elemen penting dalam proses pendidikan adalah perpustakaan. Khususnya di Universitas Terbuka sebagai lembaga pendidikan tinggi negeri jarak jauh, perpustakaan terus dikembangkan sedemikian rupa melalui pemanfaatan teknologi digital terkoneksi terkini guna memberi kemudahan akses layanan bagi seluruh sivitas akademika, kapan pun dan di mana pun berada. Dalam rangka memperingati em…
Wira dan Ibu sedang duduk santai di depan rumah menunggu Bapak pulang dari Malioboro. Bapak pulang membawa oleh-oleh bakpia. Bakpia tersebut hendak dibagikan Simbah, Bude, dan Bulik. Ibu meminta Wira, anaknya yang baru berusia empat tahun, latihan membagi bakpia. Apa iya, Wira yang baru berusia empat tahun bisa membagi bakpia tadi?
Kerbau memiliki kebaisaan jorok dan tidak memedulikan lingkungan. Suatu hari, tiba-tiba dia berteriak meminta tolong karena rumahnya tenggelam. Kuntul menolong dengan melempar batu ke samping Kerbau.
Tini, Nia, dan Dian sedang belajar menari. Tiba-tiba Tini terjatuh dan kakinya terkilir. Apa yang terjadi? Temukan jawabannya dalam cerita ini!
Buku tentang pengalaman peserta Program Bridging Angkatan 2019 ke Taiwan, yang merupakan salah satu pilar dari program pelatihan "Tiga Serangkai" yang diciptakan dan didanai oleh Direktorat Sumber Daya, bagi dosen tetap dari perguruan tinggi Indonesia yang berada dibawah lingkup Kemdikbud.