• Home
  • Information
  • News
  • Help
  • Librarian
  • Member Area
  • Select Language :
    Arabic Bengali Brazilian Portuguese English Espanol German Indonesian Japanese Malay Persian Russian Thai Turkish Urdu

Search by :

ALL Author Subject ISBN/ISSN Advanced Search

Last search:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Pengolahan ekosistem kebudayaan masyarakat Desa Sekapuk, Gresik, Jawa Timur
Bookmark Share

Text

Pengolahan ekosistem kebudayaan masyarakat Desa Sekapuk, Gresik, Jawa Timur

Larasati, Theresiana Ani - Personal Name; Sumarno - Personal Name;

Ekosistem dipahami sebagai tata interaksi yang saling menunjang antar berbagai makhluk hidup dan komponen
- komponen lainnya dalam suatu lingkungan. Masing-masing komponen menjaga dan mempertahankan keberadaan dan fungsinya, sehingga terjalinlah mata rantai kehidupan. Inti yang mencirikan suatu ekosistem adalah pola relasi antar komponen yang saling menunjang lingkungan tertentu. Selama terdapat keteraturan fungsi dan relasi, maka proses interaksi akan tetap relatif terkendali sehingga tetap terjadi "keseimbangan".

Ekosistem kebudayaan atau ekosistem objek pemajuan kebudayaan (dua istilah yang dipakai dalam UU No. 5/2017 tentang Pemajuan Kebudayaan) merupakan tata interaksi yang saling menunjang antarpelaku, stakeholder, lingkungan (makrokosmos dan mikrokosmos) dan komponen - komponen (objek-objek) pemajuan kebudayaan dalam suatu lingkungan tertentu.

Pengelolaan kehidupan masyarakat merupakan nuansa relasi padu serasi antara manusia dengan sesama, manusia dengan alam, dan manusia dengan Sang Pencipta. Ketiga relasi tersebut terus dijaga keselarasannya dalam pengelolaan kehidupan bersama melalui ekosistem yang ditopang oleh rajutan komponennya masing-masing dan menghasilkan suatu kebijaksanaan atau kearifan dalam pengelolaan hidup bersama secara menyeluruh.

Pengelolaan ekosistem kebudayaan masyarakat Desa Sekapuk melibatkan seluruh komponen, yaitu Pemerintah Daerah Sekapuk dan warga masyarakat dari semua unsur dan tingkat keterlibatan. Mewujudkan kawasan bekas
penambangan bukit kapur menjadi kawasan wisata Setigi dibang un berdasarkan keterlibatan segenap masyarakat desa Sekapuk. Sebagaimana gotong royong, menabung dalam masyarakat Nusantara dapat ditelusuri jejaknya hingga zaman Majapahit pada abad ke-13 sampai 15 Masehi. Budaya menabung dan gotong royong menginspirasi dan merasuk dalam jiwa pemimpin desa dan warga masyarakatnya. Mereka bahu membahu mewujudkan mimpi perubahan dari desa tertinggal menjadi desa maju dan mandiri.


Availability
#
Perpustakaan Kemendikdasmen (300) LR 390 LAR
000152622
Available but not for loan - No Loan
#
Perpustakaan Kemendikdasmen (300) LR 390 LAR
000152624
Available but not for loan - No Loan
Detail Information
Series Title
-
Call Number
LR 390 LAR
Publisher
Yogyakarta : Balai Pelestarian Nilai Budaya Yogyakarta., 2022
Collation
VI, 100 p.: ill.; 23 cm
Language
Indonesia
ISBN/ISSN
9786237654308
Classification
390
Content Type
text
Media Type
-
Carrier Type
-
Edition
-
Subject(s)
Kebudayaan
Adat Istiadat -- Indonesia
Specific Detail Info
-
Statement of Responsibility
Theresiana Ani Larasati dan Sumarno
Other version/related

No other version available

File Attachment
No Data
Comments

You must be logged in to post a comment

  • Information
  • Services
  • Librarian
  • Member Area

About Us

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Search

start it by typing one or more keywords for title, author or subject

Keep SLiMS Alive Want to Contribute?

© 2026 — Senayan Developer Community

Powered by SLiMS
Select the topic you are interested in
  • Computer Science, Information & General Works
  • Philosophy & Psychology
  • Religion
  • Social Sciences
  • Language
  • Pure Science
  • Applied Sciences
  • Art & Recreation
  • Literature
  • History & Geography
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Advanced Search
Where do you want to share?