• Home
  • Information
  • News
  • Help
  • Librarian
  • Member Area
  • Select Language :
    Arabic Bengali Brazilian Portuguese English Espanol German Indonesian Japanese Malay Persian Russian Thai Turkish Urdu

Search by :

ALL Author Subject ISBN/ISSN Advanced Search

Last search:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Dinamika agribisnis era VUCA (volatility, uncertainty, complexity, ambiguity)
Bookmark Share

Text

Dinamika agribisnis era VUCA (volatility, uncertainty, complexity, ambiguity)

Intyas, Candra Adi - Personal Name; Haryati, Novi - Personal Name; Putritamara, Jaisy Aghniarahim - Personal Name;

Masyarakat global akhir-akhir ini sedang fokus pada kajian VUCA dan dampaknya terhadap perekomian makro yang mendalam sampai di level kesejahteraan individu. VUCA merupakan singkatan dari Volatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity yang dikenalkan oleh kaum militer Amerika Serikat untuk menggambarkan situasi besar yang disebabkan oleh turbulensi konteks bisnis dan geopolitik di beberapa dekade. VUCA menjadi penyebab gangguan baik jangka pendek maupun jangka panjang terhadap keberlanjutan bisnis.
Turbulensi ini menyebabkan complexity dan ambiguity sehingga adanya peluang dan ancaman yang ditimbulkan sulit untuk diprediksi. Oleh karena itu terjadi disrupsi yang berpotensi mengancam sektor yang berkontribusi besar terhadap perekonomian terutama di negara sedang berkembang termasuk Indonesia yang diperparah karena terjadinya pandemi Covid-19 terutama dalam menjamin ketahanan pangan di saat krisis akibat penurunan performa blsnis dan rantai pasok. Disisi lain ketahanan rantai pasok pada sektor agrobisnis terutama di bidang pertanian, perikanan, dan peternakan mampu meningkatkan keunggulan kompetitif. Akibat pandemi Covid-19 gelombang pertama di Indonesia, penumbuhan PDB dan sektor agrobisnis hanya mencapal 0,06% sedangkan berdasarkan y.o.y sebelumnya dapat berkontribusi diatas 2%.
Kondisi ini diramalkan akan semakin kompleks kedepannya yang dapat mengancam sektor agrobIsnis, pada tahun 2030, diperkirakan industri protein hewani den nabati lebih murah 5 kali lipat dibandingkan harga saat ini, bahkan tahun 2035 harga bisa menurun 10 kali lipat melalui subtitusi produk modern hasil rekayasa yang lebih bergizi dibandingkan dengan protein aslinya sehingga eksistensi sektor agrobisnis akan terancam dan tidak mampu bertahan. Adanya disrupsi teknologi juga berdampak terhadap peningkatan teknologi sehingga merubah proyeksi sistem pangan masa depan seperti produksi makanan sintetis, smart farming, produk alternatif, nanoteknologi dan rekayasa genetika.


Availability
#
Perpustakaan Kemendikdasmen (300) LEN 338.1 INT
000153381
Available
#
Perpustakaan Kemendikdasmen (300) LEN 338.1 INT
000153382
Available
Detail Information
Series Title
-
Call Number
LEN 338.1 INT
Publisher
Malang : UB Press., 2022
Collation
ix, 150 p. : ill. ; 24cm.
Language
Indonesia
ISBN/ISSN
9786232964778
Classification
338.1
Content Type
-
Media Type
-
Carrier Type
-
Edition
-
Subject(s)
Agrobisnis
Industri pertanian
Specific Detail Info
-
Statement of Responsibility
Candra Adi Intyas, Jaisy Aghniarahim Putritamara, Novi Haryati
Other version/related

No other version available

File Attachment
No Data
Comments

You must be logged in to post a comment

  • Information
  • Services
  • Librarian
  • Member Area

About Us

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Search

start it by typing one or more keywords for title, author or subject

Keep SLiMS Alive Want to Contribute?

© 2026 — Senayan Developer Community

Powered by SLiMS
Select the topic you are interested in
  • Computer Science, Information & General Works
  • Philosophy & Psychology
  • Religion
  • Social Sciences
  • Language
  • Pure Science
  • Applied Sciences
  • Art & Recreation
  • Literature
  • History & Geography
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Advanced Search
Where do you want to share?