Text
Keuntungan kolonial dari kerja paksa : Sistem priangan dari tanam paksa kopi di jawa, 1720- 1870
Berdasarkan penelitian di pedesaan Jawa Barat penulis terdorong menganalisis secara lebih khusus wilayah pegunungan Priangan, di mana sejak abad ke-17 dibangun perkebunan kopi setelah kekuasaan Sultan Mataram berakhir dan Verenigde Oost Indische Compagnie (VOC) berkuasa penuh (1684).\\r\\nSetelah tahun 1707 boleh dikatakan bupati Cianjur menjadi penguasa daerah yang mengizinkan perusahaan dagang Belanda membangun perkebunan kopi di pegunungan Priangan yang di zaman itu masih berpenduduk langka. Namun, karena masih tetap dibutuhkan pekerja pembangun, timbullah gejala kerja paksa oleh pengusaha perkebunan.\\r\\n\\r\\nDemikianlah secara umum keadaan di masa dini zaman penjajahan Belanda yang diawali di Pulau Jawa, tetapi kemudian sampai abad ke-20 meluas di pulau-pulau Indonesia lain.\\r\\n\\r\\nBanyak petani tegalan wilayah Priangan dahulu yang biasa mengusahakan tanaman pangan di ladang semakin terdesak, sehingga mencari pemecahan masalah melalui pengembangan lahan sawah berpengairan di dataran rendah.
No other version available