Ones membawa Kalawai ke Sungai Mamberamo untuk berburu ikan. Sampai siang hari ternyata Ones tidak mendapatkan hasil buruan. Walaupun lelah, Ones tetap semangat.
Sepulangnya dari kebun, ibu dan ayah membawa daun karet. Danu heran karena mereka tidak memelihara binatang ternak. Jadi, untuk siapa daun-daun itu? Ayo, temukan jawabannya di dalam buku ini!
Cuaca panas membuat Sakim ingin berenang di sungai. Namun, Sakim terkejut menemukan sampah bungkus sabun mandi. Penasaran, dia menyelidiki asalnya. Temukan cara Sakim menjaga kebersihan sungai. Ayo mencari petunjuk bersama Sakim!
Malika terjatuh. Sol sepatunya robek separuh. Rosa dan teman-temannya tertawa dan mengejeknya, Malika jadi malu dan sedih. Malika ingin terlihat keren dan memiliki sepatu bagus seperti Rosa. Namun, Malika melihat sesuatu yang membuatnya tidak lagi kesal. Apa dan siapa yang dilihat Malika?
Takut cacing, sandal jatuh ke dalam sawah, dan belut terlepas. Duh, apakah Ane berhasil memancing belut di sawah bersama Kakek? Yuk, kita baca ceritanya!
Setelah mencuci, Ulul, Raffi, dan Angga menjemur sarung yang berjumlah sepuluh. Tiga anak itu mengurutkan sarung di jemuran mulai dari yang paling kecil sampai paling besar. Tali jemurannya melorot. Kata Ulul, tidak apa-apa. Sore hari, langitnya mendung. Ulul segera berlari, hendak mengangkat sarung dari jemuran. Lo, kok sarungnya hanya ada enam?
Asyik, Bapak menebang pohon pisang. Dimas punya ide membuat beraneka macam mainan dari batang pohon pisang. Apa saja ya? Lho kok baju Dimas jadi belang. Apa sebabnya? Lantas, bagaimana dengan Dimas?
Ratih, Pak Parto, dan Bu Sayem tinggal di rumah sederhana. Ratih mempunyai ide untuk memanfaatkan kebun belakang rumah sebagai tempat menanam pohon pepaya. Bapaknya pun setuju. Dengan penuh rasa kasih sayang, keluarga Pak Parto merawat pohon pepaya. Empat pohon pepaya di kebun belakang berbunga. Puji syukur kepada Tuhan, bunga pepaya sudah menjadi buah pepaya. Ratih menghitung pepaya yang bisa …
Saat lebaran, Jijah datang menemui Nde. Di rumah, Nde sudah menyiapkan banyak makanan. Salah satu makanannya yaitu jejorong. Jijah merasa bingung karena jejorong jarang terlihat. Kata Nde, jejorong hanya ada pada hari besar seperti lebaran. Apakah Jijah harus menunggu lebaran tahun depan supaya bisa makan jejorong lagi?
Aku terbuat dari besi berlapis emas. Aku digunakan untuk bertarung oleh kesatria. Ayo, mau tahu siapa aku?
Aina dan teman-temannya akan kedatangan tamu istimewa. Kata Ibu Soraya, tamu ini bukan tamu biasa. Siapakah mereka? Yuk, cari tahu di dalam buku ini!
Si Oren, sebuah plastik wadah makanan, mengalami kejadian yang tidak disangka. Badannya dilindas roda kendaraan, kehujanan sampai basah kuyup, dan bertemu dengan sampah lainnya. Lalu banjir membuat Oren dan sampah lainnya tersebar di air. Waduh! Apa Oren akan selamat?
Putai sangat ingin belajar menulis huruf incung. Ia belajar dengan tekun agar pandai menulis huruf kuno Kerinci itu. Apakah Putai berhasil? Yuk, ikuti pengalaman Putai!
Arus sungai makin deras. Arau takut hanyut. Ia meminta tolong kepada teman-temannya. Bagaimana nasib Arau? Ingin tahu kelanjutan kisahnya? Ayo, cari tahu di dalam buku ini!
Puput baru saja pindah rumah. Ia merindukan teman-temannya. Saat mau ke rumah temannya, Puput mengalami banyak rintangan. Seseorang datang menolongnya. Siapakah orang itu?
Bermain bola adalah salah satu permainan yang sangat disukai anak-anak di Pulau Enggros Tobati.
Binjo dan Anis dibawa dengan mobil pikap ke tempat pembuatan kerajinan tangan. Kira-kira mereka akan dibuat apa, ya? Yuk, baca buku ini!
Keceprek adalah panganan semacam emping yang bentuknya lebih kecil. Emping dibuat dari dua atau tiga butir melinjo sedangkan Keceprek hanya dibuat dari satu biji melinjo.
Dino adalah seorang anak sekolah TK yang ingin mengetahui cara memakai sepatu dengan mandiri tanpa bantuan Mama dan Bapak.
Satria seorang anak yang gemar bertualang. Dengan ditemani Naya dan Paman, ia bertualang ke Desa Karang Berahi . Petualangan apa yang didapatnya? Yuk, kita baca keseruan Satria pada Buku ini
Fauzan dan Mila harus pergi ke rumah Kakek tanpa ditemani Ayah dan Ibu. Mereka belum pernah ke sana. Apakah mereka bisa menemukan rumah Kakek atau malah tersesat? Yuk, kita temukan jawabannya di buku ini!
Sekarang pukul berapa? Bayu berulang kali melihat jam. Bayu juga berulang kali bertanya kepada Bapak, kapan akan berangkat. Kelihatannya Bayu sudah tidak sabar. Bayu dan Bapak mau berangkat ke mana ya? Ayo, belajar waktu dengan mengikuti perjalanan Bayu dan Bapak.
Setelah pulang sekolah, Sekar dan teman-temannya bermain bersama di halaman rumah. Sekar dan teman-temannya senang sekali bermain di sana. Hari ini Sekar akan bermain engklek. Englek adalah salah satu permainan tradisional di tanah Jawa. Sekar dan teman-temannya kemudian mencari gaco untuk bermain. Ketika sedang bermain, ada anak yang terjatuh. Aduh, bagaimana, ya, jalannya permainan selanjutnya?
Persahabatan Kayu Kulit Manis dan Beni akan berakhir. Apa yang terjadi? Yuk, kita cari tahu jawabannya dalam persahabatan Kayu Kulit Manis dan Beni
Hidup hemat harus diajarkan pada anak sejak dini. Ibu mengajari Wulan untuk hidup hemat. Jika hemat, hidup kita akan lebih baik. Jangan mentang-mentang punya uang, kita belanja berlebihan. Boros itu akan merugikan diri kita sendiri. Menjalani hidup hemat akan memberikan keutamaan dalam hidup kita.
Atik melakukan panggilan video dengan Karim. Sudah lama mereka tidak berjumpa. Atik ingin mengirim batik khas Pandeglang buatannya sendiri, tetapi dia kidal. Sulit untuk Atik membuat batik, lilin malamnya selalu tumpah. Apakah Atik akan berhasil membuat kain batik dan memberikannya sebagai hadiah untuk Karim?
Aku ingin mengolah ikan menjadi makanan yang lezat. Namun, aku bingung akan dibuat apa ikan itu. Mari, kita cari tahu melalui buku ini!
Nuvus bingung dengan penolakan orang-orang di sekitarnya. Ia dianggap tidak sopan dan nakal karena selalu menggunakan tangan kirinya. Sampai akhirnya Nuvus bertemu dengan Tante Neno. Akankah pertemuan itu bisa menjawab kebingungan Nuvus?