Buku ini menceritakan tentang asyiknya bermain di danau bersama binatang yang lain.
Buku ini memperkenalkan hewan-hewan jinak dengan disertai gambar yang dapat dijadikan sebagai media bermain, interaksi dengan orang tua dengan anak sekaligus sebagai stimulus untuk kecerdasan anak.
Air di Teluk Yotefa surut. Tete Hans mengajak Mario dan Obet, cucunya mencari hasil laut. Mereka menangkap ikan, udang, dan kepiting dengan memasang jaring. Selain memasang jaring, mereka mencari hasil laut memakai tongkat dan kalawai. Sambil mencari hasil laut, Tete Hans mengingatkan cucunya agar menjaga kelestarian laut. Terumbu karang dan lamun yang banyak tumbuh di dasar laut agar jangan sa…
Boni dan teman-temannya, ingin menggali kembali keseruan permainan tradisional Papua yaitu "Patah Kaleng" yang hampir terlupakan. Mereka belajar dari kakek Yosep dan bermain bersama.
Cerita tentang Patriot Bersama temannya, Fek si kunang-kunang. ketika bermain bersama, tanpa disadari Patriot semakin jauh dari rumah. Keadaan yang gelap membuat Patriot takut. Apakah Fek dapat membantu Patriot?
Croco baru keluar dari cangkangnya. Ia ketakutan ada di tempat gelap. Satu persatu, saudara-saudaranya keluar dari cangkang mereka. Croco senang bisa melihat saudara-saudaranya
Di pesisir teluk Youtefa, Mandar dan Cumi berenang menjauhi tempat tinggal mereka. Mereka berencana mencari makan. Mereka tidak mendengarkan perkataan kakek Garopa yang melarang mereka bermain jauh dari tempat tinggal mereka. Apa yang terjadi?
Debora berekreasi ke Pantai Resyuk bersama Nenek. Debora mengamati banyak biota laut, sedangkan Nenek mencari kerang menggunakan kalawai. Tiba-tiba Debora menginjak duri babi berwarna hitam di antara rumput laut. Nenek mengeluarkan duri babi itu menggunakan air hangat. Setelah itu, mereka pun menikmati kerang dan bekal makan siang di tepi Pantai Resyuk.
Karena waktu libur telah tiba, Tince membantu Ibunya berjualan di pasar. Tince dan ibu berjualan berbagai macam ikan. Hasil berjualan di pasar, Tince mendapatkan upah karena telah membantu ibunya.
Joko berasal dari Jawa dan baru saja pindah di sebuah tempat di Papua lebih tepatnya di Provinsi Papua Pegunungan, kampung Aikima. Joko tidak memiliki seorang teman hingga suatu sore , Joko bertemu dengan Manu, seorang laki-laki yang tinggal di kampung Aikima. Manu suka sekali bermain di sore hari bersama dengan teman-temannya sambil memainkan permainan tradisional Si Koko.
Keluarga Arsen sarapan. Huh-hah, huh-hah! Arsen kepedasan. Arsen memang senang makan memakai sambal. Namun, hari-hari selanjutnya Ibu tidak menyambal. Kata Bapak, harga cabai sedang mahal. Ketika makan Arsen tidak menambah seperti biasanya. Bagaimana cara Arsen supaya bisa terus makan memakai sambal? Yuk, baca buku ini supaya bisa mengerti cerita selanjutnya!
Saat ini semua orang tua yang mempunyai anak usia belasan tahun merasa tidak mudah dalam mendidik. Anak mulai mengalami pertengkaran (adu mulut, beda pemikiran, beda keinginan) bermacam-macam dengan orang tua. Tidak hanya di kota besar, tetapi juga di perdesaan pun semua juga mengalami. Hal ini lebih terasa ketika menyampaikan penjelasan tentang reproduksi, sopan santun, budi pekerti yang luhur…
Sekar dan Bowo sangat kangen terhadap Simbah. Si Kembar itu berebut mencari perhatian Simbah. Ketika Simbah akan mandi, si Kembar berebut mengambilkan handuk Simbah. Karena tersangkut paku, handuk sobek besar. Bagaimana nasib handuk Simbah?
Dodik anak yang pandai dan senang menolong. Ia melihat bapaknya yang sudah tua kesusahan merontokan padi hasil panennya. Dodik kemudian berpikir bagaimana cara membantu meringankan pekerjaan bapaknya. Ketika duduk di gubuk sawah bersama Anto, Dodik melihat burung yang sedang makan padi. Burung itu menggunakan paruhnya untuk memisahkan isi padi dan kulitnya secara gampang dan cepat. Kemudian …
Buku cerita anak Papua dwibahasa ini tersedia dengan dalam Bahasa Tobati dan Bahasa Indonesia. Buku cerita ini merupakan buku bagi pembaca jenjang B3. Jenjang B atau Jenjang Pembaca Awal adalah jenjang pembaca yang memerlukan Perancah (scaffolding) dan mampu membaca teks berupa kata/frasa dengan kombinasi bunyi huruf, klausa, dan kalimat sederhana. Ros ingin berpetualang untuk mengambil kerang/…
Ginah menginginkan tempe benguk buatan Mbah Suran. Mbah Suran mau membuatkan. Tetapi, Ginah harus mengambil kacang kara benguk di sawah. Tumbuhan itu ada di sawah surjan. Seperti apa tumbuhan itu? Apa Ginah bisa menemukan kara benguk untuk dibuat tempe?
Arya diminta menghitung besek kenduri ketika ada selamatan di rumahnya. Namun, ia bingung ketika menghitung besek-besek itu. Arum, kakaknya, mengajari Arya menghitung dengan cara yang lebih mudah. Bagaimana cara yang diajarkan Arum agar Arya tidak bingung lagi?
Di penghujung liburan sekolah, Aan, Sinta, dan Malya pergi berlibur ke Pantai Nguyahan, Gunungkidul. Aan langsung terpesona memandang pantai tersebut. Pasirnya halus, airnya sangat jernih bagaikan kaca. Tiga anak tersebut kemudian berjalan di sepanjang pantai. Mereka berniat ingin mencari tempat yang teduh untuk membuat istana pasir. Akan tetapi, ketika mereka melihat kepiting-kepiting kecil ya…
Bima dan Tama anak yang rajin dan suka menolong. Suatu hari, saat mereka pulang sekolah, Bima mendengar suara kentungan. Tama melihat ada kepulan asap. Apakah ada rumah terbakar? Kedua anak tersebut berlari menuju kepulan asap. Ternyata kepulan asap itu berasal dari tepi Kali Banteng. Ada apa di Kali Banteng? Ayo kita simak ceritanya!
Silas, siswa Sekolah Dasar sedang terbaring sakit di rumah sakit. Pada hari Senin, Ibu guru menyampaikan berita sakitnya Silas kepada teman-temannya di sekolah. Teman-teman Silas merasa khawatir karena kemarin, saat bermain bersama di lapangan, Silas sudah terlihat kurang sehat. Mereka juga merasa sedih karena hari itu Silas tidak dapat belajar bersama di sekolah.
Ibu Yospince adalah seorang guru Seni Budaya asli Tobati. Dia akan mengenalkan beberapa jenis tarian asli daerah Tobati kepada siswanya. Apakah siswa-siswi tertarik dengan tarian tersebut?
Di sebuah kampung kecil di tepi pantai, tinggal seorang anak laki-laki yang bernama Ondi. Ondi adalah anak yang gemar berpetualang dan sangat mencintai alam, terutama hutan bakau yang tumbuh di sekitar kampungnya. Dia terkejut karena sampah yang berserakan di tepi hutan bakau. Ondi dan temannya Leo berusaha melepaskan kepiting-kepiting kecil yang terperangkap jaring.
Di sebuah kampung, tepatnya di Abepantai, Kelurahan Abepantai, Kecamatan Abepura, Kota Jayapura hiduplah seorang mama yang bernama Mama Nilce dan seorang anak perempuannya yang bernama Hana. Mereka hidup rukun dan damai. Setiap hari Mama Nilce menghabiskan waktu untuk menjaga dan merawat tugu bersejarah, yaitu Tugu Peninggalan Tentara Jepang.
Nuel dan Edo memiliki hobi yang sama, yaitu memancing ikan. Saat memancing, Edo kecewa karena Pantai Ciberi penuh dengan sampah-sampah. Nuel dan Edo membersihkan sampah-sampah yang terapung di permukaan air laut dan di pinggir Pantai CIberi
Sore hari, di bawah jembatan merah Pantai Hmen Saw, ada tiga anak laki-laki sedang bermain dan mandi. Mereka berlomba untuk menangkap ikan dan yang paling banyak menangkap ikan dialah pemenangnya. Akan tetapi, mereka jadi berkelahi untuk menentukan pemenangnya. Siapakah yang menjadi pemenang sesungguhnya?
Ojek laut merupakan mata pencaharian utama Bapak Enos, Bapak Enos bersedih ketika melihat perahunya rusak.
Awi yang sedang liburan mengunjungi orang tuanya. Namun dia kaget melihat kampungnya yang tidak menarik dan kumuh. Langkah apa yang akan diambil oleh Awi?
Di Kampung Tobati, ada tiga orang anak yang berteman karib. Suatu hari mereka melihat seekor tikus yang telah mati dan dipenuhi belatung. Ketiga kawanan ini, ingin mencari tahu darimana asalnya belatung tersebut..
Pagi yang cerah, terlihat kesibukan penduduk di daerah pesisir kampung Enggros Tobati. Elis si periang, suka menolong, disuruh ibunya berbelanja ke pasar untuk membeli bahan kue Fda (feda)