Buku yang berjudul "Wortel-Wortel Weli" ini bercerita tentang kesedihan Weli si kelinci, karena wortelnya belum juga laku. Kemudian Weli memikirkan segala cara dalam permasalahan tersebut. Ide Weli tidak ada habis-habisnya. Wortel Weli terlezat sedunia. Meski banyak yang menirunya.
Buku yang berjudul "Tia Ingin Seperti Naya" ini menceritakan kisah si Tia yang memiliki teman baru bernama Naya. Tia dan Naya sama-sama manis, sama-sama pintar, tetapi mereka memiliki kebiasaan yang berbeda. Kebiasaan Tia sering membuat jengkel ibunya, padahal sudah berulang kali diberi tahu, tetapi Tia tidah berubah juga. Sementara itu, Naya memiliki kebiasaan yang menyenangkan dan Tia pun men…
Bagaimana rasanya mendapat reka-teki? Pasti membuat penasara, bukan? Sama seperti Endah yang mendapat teka-teki unik dari kakek Tomo. Endah berusaha memecahkan teka-teki tersebut dengan dibantu Nina. Apakah mereka berhasil?
Buku yang berjudul "Tarian Babo" ini menceritakan tentang Babo, sang burung bidadari. Burung bidadari memiliki bulu yang sangat indah. Burung yang berasal dari Halmahera Utara ini sangat pintar menari. Babo ingin menampilkan tariannya di depan Raja Elang, tetapi Babo gugup dan tidak percaya diri.
Buku ini menceritakan tentang banyu yang berwujud air. Dia senang melakukan petualangan. Di dalam buku ini Banyu menceritakan pengalaman-pengalamannya ketika mengunjungi berbagai tempat. suatu hari, dia terperangkap di dalam botol plastik bekas.
Buku yang berjudul "Monster Kasur" ini menceritakan kisah si Hasta. Hasta tak pernah tidur nyenyak. Setiap malam dia harus terbangun karena tubuhnya gatal-gatal. Hingga suatu ketika, Hasta masuk ke Negeri Kasur. Hasta tak percaya. Negeri itu ada di dalam kamar Hasta bahkan di atas tempat tidurnya. Hasta dituntut harus bertanggung jawab atas kerusakan Negeri Kasur. Hasta harus membebaskan Negeri…
Buku yang berjudul "Botol Minum Ru" ini mengisahkan tentang si Ru yang memiliki botol baru dari ibunya. Namun, botol tersebut tibatiba hilang. Ru mencurigai seseorang.
Lala dan Lulu adalah sepasang sahabat. Mereka selalu bersama. Suatu hari, persahabatan mereka diuji. Walau sering bersama, ternyata keduanya mempunyai keinginan yang berbeda. Lala merasa kesal. Begitu juga dengan Lulu. Keduanya merasa pilihannya paling benar. Lalu, apakah mereka akan tetap berteman? Bagaimana mereka menghadapi perbedaan tersebut? Yuk, simak kisah seru mereka!
Buku yang berjudul "Jaket Pinjaman" ini menceritakan kisah si Ata yang meminjam jaket baru milik saudara kembarnya secara diam-diam. Sayangnya, kecelakaan kecil terjadi dan membuat jaket itu terkena cat. Ata yakin Abida pasti akan marah jika tahu.
Buku yang berjudul "Hari Pedagang Cilik" ini menceritakan tentang kelas Sita yang sedang mengadakan acara hari pedagang cilik. Murid-murid akan berlatih berjualan. Sita bersemangat sekali. Sita, Attar, dan Rima akan menjual lukisan mereka. Ternyata menyiapkan lukisan untuk dijual tidaklah mudah.
Bayu suka bermain bola. Teman-teman Bayu juga suka bermain bola. Ada lapangan tidak jauh dari rumah Bayu. Pernah saat mau ke lapangan, Mbah Mar memanggil Bayu untuk menunggu jualan sebentar. Bayu mengiyakan dengan senang hati. Namun, sesuatu terjadi! Bayu merasa bersalah kepada Mbah Mar. Semua karena dua potong gorengan, bakwan dan pisang goreng
Ada dua orang kakak beradik bernama Ulil dan Awan. Usia mereka hanya terpaut satu tahun. Tinggi badan mereka hampir sama. Awan, sang kakak suka belajar, tidak heran jika dia pandai. Dia selalu membantu Ulil belajar. Ulil, sang adik sangat menyayangi kakaknya. Dia rela menggendong kakaknya, kemana pun dia pergi. Lho, kenapa Ulil menggendong kakaknya? Kenapa bukan sebaliknya? Ada apa dengan Awan?…
Buku yang berjudul "Petualangan Botol Plastik" menceritakan kisah sang botol plastik. Hujan badai membuatku tertelan ombak. Ia hampir dimakan burung. Ia juga ditelan paus.
Buku yang berjudul "Rahasia Kaki Itik" ini menceritakan kisah si itik yang menemukan rasa percaya dirinya dan membuat perubahan besar dalam hidupnya!
Didi, Syifa, dan Ipung terpilih dalam satu kelompok tugas mendongeng. Mereka ingin menampilkan dongeng dengan tokoh pewayangan. Mereka pun berdiskusi untuk membuat wayangnya. Sebagian bahannya dari sisa kartun manila punya ayah Didi. Sisanya harus dibeli. Didi mendapat tanggung jawab untuk berbelanja. Ternyata, Didi pintar menawar. Uang urunan ada sisanya. Didi galau melihat uang kembalian itu.…
Ru sering membuang sampah di laci mejanya. Gara-gara perbuatan Ru, kelas menjadi tidak nyaman. Meski teman-teman sudah menegurnya, Ru tidak peduli. Hingga suatu hari, sesuatu terjadi di kelas. Kejadian itu membuat Ru jera. Kira-kira apa yang terjadi, ya? Yuk, ikuti kisah Ru di buku ini.