Si Saloi yang cerdik adalah cerita rakyat yang berasal dari Pontianak, Kalimantan Barat. Kisah ini menceritakan seorang anak laki-laki bernama Saloi yang terkenal cerdik atau pintar. Cerita mengenai berbagai kecerdikan atau kepintaran Saloi terdapat dalam berbagai versi banyak beredar dalam masyarakat Melayu Pontianak Kalimantan Barat.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan tentang suku Tidung di Tarakan, dan tata krama yang berlaku pada Suku Tidung. fungsi dan manfaat tata krama, perubahan-perubahan yang telah terjadi pada tata krama dan dampaknya terhadap tingkah laku. Metode yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif yang bersifat deskriptif.
Nenek moyang Dayang Pompakng sesungguhnya berkebudayaan darat. yang berasal dari kawasan pegunungan di wilayah yang berbatasan dengan Malaysia. Namun mereka akhirnya mereka berpindah ke bantaran Sungai Kapuas. Dalam perkembangannya dengan perpindahannya ini, maka bertemulah budaya yang berlandaskan dengan geografi darat dengan budaya yang berlandaskan sungai atau air.
Buku komik ini berisi kisah perjuangan Pangeran Antasan dalam merebut kemerdekaan Buku ini disajikan dalam bentuk cerita bergambar supaya pembaca tertarik untuk mempelajari dan memahami sejarah perjuangan pahlawan Indonesia dengan cara yang mudah dan menyenangkan
Buku berbahasa daerah, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris
Buku berbahasa daerah, bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris
Buku berbahasa daerah, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris
Buku berbahasa daerah, bahasa Indonesia, dan bahasa Inggris
Buku berbahasa daerah, bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris
Buku berbahasa daerah, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris
Buku berbahasa daerah, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris
Bercerita tentang bangsa hewan yang terpaksa bahu membahu untuk mengatasi masalah besar di dalam negerinya
Perairan Kalimantan, khususnya sepanjang pantai Kalimantan Timur dan Utraa telah menjadi wahana bagi kegiatan kemaritiman sejak millennium pertama Masehi. Keberadaan dan arti pentingnya tidak bisa dilepaskan dari konteks pengangkutan rempah, terutama yang menghubungkan Bandar Malakan di sisi barat dab Maluku di sisi timur. Buku ini banyak menguak dinamika pelayaran, jalur pelayaran, dan perdaga…
Buku ini menceritakan dua kisah, pertama berjudul "Penunggu Sungai Kapuas" dan kedua "Intan Pusaka". Diambil dari buku "Kutukan Raja Pulau Mintin" dan "Pulau Hanaut dan Pulau Lepeh".
Pantang larang untuk saat sekarang sudah mulai banyak ditinggalkan oleh sebagian besar masyarakat. Kemajuan teknologi dan kebebasan berfikir menjadi salah satu faktor penyebab mulai ditinggalkan aturan-aturan tersebut. Dalam masyarakat khususnya dipedesaan, pantang larang masih banyak dipakai dalam kehidupan sehari-hari dan selalu berhubungan dengan nilai nilai kearifan lokal yang hidup dan ber…
Masyarakat Dayak Tamambaloh Apalin memposisikan musik sebagai hal pokok dalam keberlangsungan Upacara Marabut Tembang dan Menglembu. Mulai dari penyambutan tamu, musik, iringan tari saat ritual maupun musik sebagai penanda dalam tahap-tahap prosesi upacara. Artinya ada seting secara teratur dan tapi dalam menempatkan musik dalam memandu berjalannya prosesi ritual Marabat Tambang dan Mangulambu.…