Salah satu bentuk aksara yang pernah berkembang di Sumbagsel adalah Aksara Ulu. Aksara yang digunakan dalam keseharian masyarakat di daerah pedalaman atau hulu (ulu) sungai, Yang menjadi identitas budays mereka. Aksara ini masih digunakan hingga awal abad ke-20 Masehi, dengan ditemukannya naskah ulu pada media kertas, dalam bentuk buku.