Lore LIndu adalah kawasan Taman Nasional yang dilindungan oleh pemerintah Indonesia. Kawasan ini terdapat banyak hewan dan tumbuhan endemik asli Indonesia yang dilindungi. Namun dalam kawasan ini juga terdapat situ megalitik (zaman batu) yang menakjubkan. Dalam sambutannya Dirjen Kebudayaan, Hilmar Farid berharap bahwa dari buku ini akan menjadi pemantik bagi peneliti Indonesia untuk mengungkap…
Kamus ini berisi kosakata bahasa Muna dalam beragam topik, di antaranya tentang angka, hewan, warna, astronomi, alat musik, kesenian, dan sastra, yang akan menambah wawasan anak-anak
Berita bencana alam pada 28 September 2018 yang terjadi di kota Palu meninggalkan luka dan duka yang mendalam. Banyak korban jiwa berjatuhan. Total ada empat ribuan orang meninggal dunia. Ada juga harta benda yang hilang. Rumah yang rusak ada seratus ribu lebih. Memang jika dihitung-hitung kerugian akibat bencana tersebut sangatlah banyak.
Buku ini berusaha menanamkan kekuatan, ketabahan, keberanian, kerja keras dalam menjalani hidup. Hidup harus diperjuangkan bukan untuk disesali apalgi ditangisi. Tuhan yang Maha Kuasa dijadikan pijakan dalam menapaki langkah kehidupan.
Buku Sikap Bahasa Masyarakat Sulawesi Tenggara ini diterbitkan dengan tujuan untuk mendokumentasikan hasil-hasil penelitian sikap bahasa yang telah dilakukan dalam kurun waktu 5 tahun. Selain itu, buku ini juga diharapkan dapat memberi gambaran kepada masyarakat Indonesia pada umumnya, dan masyarakat Sulawesi Tenggara pada khususnya terkait sikap bahasa masyarakat Sulawesi Tenggara.
Buku yang diceritak dalam dua bahasa ini menceritakan tentang seorang pemuda yang tinggal di suatu pulau yang bernama Fungka Patua Bente. Pemuda tersebut tinggal dengan bijak yang sehari-harinya menjajakan dagangan dan bertani. Cerita dalam buku ini bertujuan untuk mengedukasi anak didik, terutama di tingkat sekolah dasar tentang cerita rakyat berbasis budaya lokal.
Cerita rakyat "Asal Usul Bamba Libo Toaya" ini merupakan bagian dari sekian banyak cerita rakyat yang tersebar di Sulawesi Tengah. Cerita ini pernah dituturkan oleh Almarhum Arulemba Panggagau, seorang budayawan di Kecamatan Sindue.
Buku "Tumpega ai Anak Gaukan" ini merupakan buku cerita rakyat Tolitoli Provinsi Sulawesi Tengah. Buku ini menceritakan tentang Katak dan Putri Raja. Pesan yang dapat diambil dari cerita rakyat ini adalah jangan memandang seseorang hanya dari penampilan saja karena penampilan belum tentu mencerminkan hal yang sesungguhnya dari seseorang. Buku ini tersaji dengan menggunakan bahasa Tolitoli dan B…
Cerita rakyat Yenia dan Tumakaka ini merupakan bagian dari sekian banyak cerita rakyat yang tersebar di Sulawesi Tengah. Cerita ini berasal dari Sastra Lisan Mori. Bentuk cerita ini adalah prosa, dengan gaya bahasa yang sederhana.
Melalui buki cerita rakyat ini, penulisa menampilkan suatu kisah terkait dengan toponim dan peristiwa bencana alam yang pernah terjadi. Ditulis berdasarkan bahan pustaka dan sumber lisan dari masyarakat yang kemudian dilakukan interpretasi dalam bentuk fiksi.
Buku yang berjudul "Kapal Bangga Kaasan" ini merupakan cerita yang bersumber dari sejarah kerajaan Tolitoli yang sudah terkenal di kalangan masyarakat Tolitoli.
Buku yang berjudul "Langgai Naroso" ini merupakan sebuah cerita inspiratif anak suku asli Kaili yang tangguh dan ingin mewujudkan mimpi menjadi orang sukses.
Buku "Bunggus" ini merupakan buku yang memuat kumpulan cerita rakyat Tolitoli. Tolitoli merupakan salah satu dari sekian suku yang berada di Provinsi Sulawesi Tengah. Dalam buku ini terdapat tiga cerita lainnya, yaitu: Asa Batu Bangga, Asaa Niug, Bini, ai Tikopa, dan Tau Totolri Poli Mangaan Dendeng. Tiga cerita dalam buku ini merupakan dongeng dan satu cerita merupakan legenda.