Lik Darma, salah satu putra Mbah Pawira, adalah seorang yang bekerja menderas nira tiap hari pada pagi dan sore. Tung, kluntung, kluntung, kluntung.... Suara yang berasal dari atas itu terdengar semakin jelas. Setelah dicari, suara itu berasal dari bumbung yang tergantung di pinggang Lik Darma. Bumbung itu dibawa turun dari pucuk manggar setelah terisi nira. Setelah diunduh, bumbung berisi nira…
Keluarga Arsen sarapan. Huh-hah, huh-hah! Arsen kepedasan. Arsen memang senang makan memakai sambal. Namun, hari-hari selanjutnya Ibu tidak menyambal. Kata Bapak, harga cabai sedang mahal. Ketika makan Arsen tidak menambah seperti biasanya. Bagaimana cara Arsen supaya bisa terus makan memakai sambal? Yuk, baca buku ini supaya bisa mengerti cerita selanjutnya!