Hanya sedikit insan pers yang mengenal Roehana semasa hidup. Kebanyakan hanya tahu dari tulisan saja. Jangankan yang muda, yang senior pun sama saja. Ironisnya, mereka malah sering balik bertanya siapa itu Roehana Koeddoes. Jelas-jelas bisa dihitung dengan jari yang benar-benar mengetahui kisah perjuangan Roehana Koeddoes semasa hidupnya.
Perjuangan Roehana memperbaiki nasib kaum perempuan yang diperlakukan sewenang-wenang di Indonesia
Bahan ajar pendidikan keaksaraan dasar berbasis bahasa ibu yang disusun tahun2016 terdiri dari Bahasa Waropen (Papua), Sasak, Bugis, Banjar, Bali, Anak Dalam (Jambi), Baduy, Nias, Sunda, Ambon, Batak, Madura, Jawa, dan Bajo guna melengkapi perangkat pembelajaran lainnya seperti standar kompetensi lulusan dan silabus pendidikan keaksaraan dasar.