Bayu, Galang, dan Galih bermain layang-layang di lapangan, bertanding dengan layang-layang lainnya. Tak disangka, layang-layang itu putus dan melayang tertiup angin, lalu dikejar. Layang-layang itu tersangkut di ranting pohon lamtoro yang ada di pekarangan salah satu rumah. Yang menunggu rumah itu terkenal aneh dan menyeramkan. Namanya Mbah Jenggot. Ketiganya nekat masuk ke pekarangan rumah itu…
Berkali-kali Jujuk yang berbadan gemuk jatuh dari egrang. Setiap kali jatuh, Jujuk ditertawai oleh Opin dan Amel. Jujuk kesal. Opin dan Amel meminta maaf. Jujuk dibujuk agar mau berlatih lagi. Kira-kira Jujuk bisa tidak, ya, menggunakan engrang dan ikut balapan?
Nova tidak bisa melihat Damar yang berbicara menggunakan bahasa isyarat. Damar tidak bisa mendengar Nova yang berbicara dengan suara. Tetapi kedua anak itu asyik bercengkerama. Hayo, coba bagaimana caranya, ya?
Ketika Arka akan mengambil layang-layang putus, ia tidak mengira akan mengalami kejadian yang membahayakn dirinya. Tenkuk bengkak dan baju basah kuyup adalah pengalaman yang tidak akan dilupakannya. Apa yang dilihat dan dirasakan Arka ketika tawon mengamuk? Carilah hikmah dari cerita yang menyentuh ini.
Inspirasi untuk para dosen dan mahasiswa untuk membangun karkater