Buku ini merupakan buku pertama yang ditulis para aktivis Muhammadiyah untuk mengenang kepergian tokoh Nahdlatul Ulama (NU).
Jurnal Totobuang memuat tulisan ilmiah hasil penelitian atau gagasan konseptual tentang kajian kebahasaan, kesastraan, dan aspek pengajarannya. Jurnal Totobuang terbit dua kali setahun pada Juni dan Desember. Redaksi menerima kiriman tulisan dari pakar, peneliti, dan pengajar bidang bahasa dan sastra.
Buku ini berisi hasil penelitian yang dilakukan dan praktik-praktik pengelolaan OSIS di sekolah. Dari hasil penelitian tersebut ditemukan bahwa, potensi tumbuhnya pandangan-pandangan keagamaan yang intoleran di lingkungan siswa-siswi di sekolah sungguh-sungguh ada