Ayo, ikut bersama Bentara, Ariga, dan Win Ara dalam petualangan seru mengunjungi rumah adat gayo kerajaan baluntara
Buku ini menceritakan Mael yang bahagia karena bisa berkunjung ke TIM SAR Aceh Tamiang. Mael Mengira hanya bisa melihat pembuatan rakit, tetapi Mael mendaptkan lebih dari itu
Arif ingin membantu kakek bekerja di kebun. Namun, kakek selalu melarangnya. Mengapa kakek melarang membantunya? Ketika kakek sakit, Arif diam-diam merawat tanaman kakek. Apakah Arif berhasil membantu kakek?
Maman tak ingin Mardo dan Wais menangkap kelelawar. Akan tetapi, Mardo dan Wais terus menangkap kelelawar. Apakah keinginan Maman agar kelelawar tidak ditangkap lagi akan berhasil? Yuk, temani petua;langan Maman!
Daftar isi Jurnal Aksara: 1. Tembang Sandur Bojonegoro: Kekerasan BUdaya dan Arkeologi-Genealogi Pengetahuan 2. Motif Kargoisme dalanm Cerita Rakyat Fakfak: Sebuah Pendekatan Antropologi Sastra 3. Lokalitas Masyarakat dalam Novel Orang-Orang Oetimu 4. PSK dalam Framing Tiga Monolog 5. Makna dan Fungsi Tradisi Lisan Kenduri Sko Masyarakat Kerinci Jambi 6. Literary Folktales Promoting Child…
Daftar isi Biotropia : the southeast asian journal of tropical biology volume 3 nomor 3, Desember 2021 antara lain 1. Overexpression of Ga Gene Increases Growth and Hyposaline Tolerance in Kappaphycus alvarezii Transgenic Plantlets 2. Assessment of the Quality of Arabica Coffee Beans from Three Processing Methods and Two Types of Packaging Materials 3. Understanding Natural Regeneration in B…
Daftar isi Jurnal konservasi cagar budaya Borobudur volume 10 nomor 2, Desember 2016 antara lain 1. Cyber Arkeologi dalam Komunikasi Arkeologi kepada Publik sebagai Sarana Pelestarian Cagar Budaya. 2. Survey dan Pemodelan 3D (Tiga Dimensi) untuk Dokumentasi Digital Candi Borobudur. 3. Identifikasi Biodeteriogen sebagai Langkah Awal Konservasi Benda Cagar Budaya. 4. Analisis Kandungan Unsur …
Buku ini hadir dalam rangka menerjemahkan pemikiran Freire pada tataran praktik, dimana bahasan terkait implementasi tertuang dalam bagian ketika buku ini, tentu setelah sebelumnya para penulis mendedah aspek epistemik dari pedagogi kritis dan tokoh pengusungnya.