Ibu berlari menuju ke halaman depan rumah, membawa sepiring ibu kayu rebus untuk Dhiaz, tetapi Dhiaz mengabaikan tawaran ubi kayu dari Ibu. Ibu sedikit kecewa atas penolakan Dhiaz, Ibu takut Dhiaz terkena kempunan atau kesialan, maklumlah di Pulai Belitung ada tradisi yang masih begitu kental dan sakral. Arrggghhh.....gubraakkkk". Dhiaz berteriak, sepedanya oleng hilang keseimbangan dan terjatu…