Buku ini menceritakan Galuh yang bersekolah di tengah kota dan teman temennya yang di kenalkan per
Ayim akan membuat kerajinan dari barang bekas. Ada botol plastik, kain batik, bola pingpong, kawat, bambu, dan sebagainya. Kerajinan itu berwujud mainan. Kira-kira Ayim akan membuat apa, ya?
Siang hari waktunya bermain. Namun, karena ponsel, suasana yang seharusnya ceria berubah menjadi tangisan. Dapatkah ranting-ranting yang berserakan di tanah itu menjadikan anak-anak kembali senang?
Dilihat sekilas Banu nampak biasa saja, perawakan kecil, pendek, hitam, baju juga seadanya. Banu memang dari keluarga kekurangan. Bagas, teman Banu, berwatak sombong. Memandang sesuatu hanya yang nampak dair luar. Ketika Bu Asti membagi Bagas sekelompok dengan Banu, Bagas tidak terima. Dia mengolok-olok Banu dengan ucapan yang tidak baik. Banu tidak marah. Banu yang diremehkan ternyata punya pr…
Pada pagi hari Bapak, Ibu, dan Wulan sarapan. Belum selesai sarapan, tiba-tiba meja bergetar. Makin lama makin kencang. Wulan, Bapak, dan Ibu keluar. Tiba-tiba pintu roboh. Semua menyelamatkan diri. Bapak keluar memulai pintu belakang. Wulan mengikutinya tetapi kemudian bersembunyi di bawah meja. Mengapa Wulan bersembuni di bawah meja?
Ada pemberitahuan tidak lama lagi akan ada banjir lumpur dari Gunung Merapi. Apa yang harus dilakukan oleh para warga yang bertempat tinggal di bantararan Kali Code? Mari kita, simak cerita Gilang dan keluarganya saat banjir lumpur Gunung Merapi.