Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan tentang suku Tidung di Tarakan, dan tata krama yang berlaku pada Suku Tidung. fungsi dan manfaat tata krama, perubahan-perubahan yang telah terjadi pada tata krama dan dampaknya terhadap tingkah laku. Metode yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif yang bersifat deskriptif.
Suku Tidung lebih dikenal sebagai suku Dayak yang telah beragama Islam namun di antara suku Tidung terdapat kelompok masyarakat yang mengidentifikasikan dirinya bukan Dayak dan menyebut dirinya sebagai Tidung Ulun Pagun. Mereka yang menyebut dirinya sebagai Tidung Ulun Pagun dikenal sebagai suku Tidung beragama Islam dan hidup dengan budaya pesisir. Namun ternyata. identitas sebagai pemeluk Isl…
Makna simbolik dan nilai budaya kuliner "wadai banjar 41 macam" pada masyarakat Banjar Kalsel bertujuan untuk mendeskripsikan tentang Wadai Banjar 41 macam, mengungkap sejarah dan asal usul Wadai Banjar 41 Macam dalam kaitannya sebagai kelengkapan sesajian dalam pelaksanaan upacara adat, serta mengetahui nilai-nilai budaya yang terkandung dalam kuliner tradisional Wwadai Banjar 41 macam.
Buku ini merupakan hasil penelusuran dari kegiatan penelitian tentang upacara adat beliatin suku dayak tunjung, yang berada di kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur yang bertujuan untuk mengetahui dan menginventarisasi serta mengkaji makna simbolik dari upacara adat tersebut. selain itu juga merupakan sebuah upaya untuk melestarikan dan mendokumentasikan upacara-upacara adat pada suku…
Kehidupan nelayan tradisional di Kabupaten bengkayang, khususnya di Desa Karimuting menarik untuk didalami, terutama terkait dengan pengetahuan yang mereka miliki. Pengetahuan yang dimiliki oleh nelayan di Desa karimunting tidak hanya mengenai wilayah laut tempat mereka mencari penghidupan, tetapi juga pengetahuan tentang sistem pasar di mana mereka dapat menjual hasil tangkapannya sekaligus ma…