Sejarah pasar terapung di Kalimantan Selatan bermula dari berdirinya. Kerajaan Banjar pada tahun 1520 . Salah satu pasar terapung yang telah ada sejak zaman Kerajaan Banjar adalah Pasar Terapung Lok Baintan. Pasar terapung di Desa Lok Baintan, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar ini adalah yang terakhir tersisa di Kalimantan Selatan.
Buku yang berjudul "Menelusuri Jejak Rempah di Kalimantan Tengah Abad Ke-19 dan Ke-20" ini berfokus pada tujuan untuk mengajukan jenis rempah lainnya, yaitu rempah wangi berupa kayu gaharu (orang Dayak menyebutnya garu), resin kayu, kayu manis liar, dan juga sebangsa kayu wangi seperti kayu manis liar yang dikenal dengan sintok. Selain itu, buku ini juga memberi informasi terkait bagaimana masy…
Karakteristik unik budaya sungai masyarakat tepian sungai Kota Sintang dieksplorasi secara mendalam di buku ini. Dengan cermat penulis mendeskripsikan dan menganalisis sejarah permukiman di tepi sungai; fungsi sungai di tengah benturan kepentingan masyarakat dalam memperlakukan air sungai; serta perilaku masyarakat tepian sungai
Alel Sano, I.S. Paran, Lambertus Hibo, Faustina Hasung, Martha Haran, dan Fronika Buaa’ adalah para penutur tradisi lisan dari Kayaan Mendalam yang berjuang melintasi zaman. Dengan talenta yang dimiliki dan kecintaan terhadap budaya Kayaan, mereka mampu menjaga tradisi lisan itu hingga saat ini. Di balik kemampuan mereka dalam menguasai tradisi lisan, terdapat usaha keras untuk belajar. Pada …
Buku ini mendeskripsikan bagaimana upacara daur hidup mencakup upacara kehamilan dan kelahiran, upacara masa kanak kanak, upacara perkawinan, dan upacara kematian dilaksanakan oleh masyarakat Dayak Ngaju pemeluk Hindu Kaharingan dan bagaimana upacara ini diadaptasi oleh pemeluk agama lain. Selain upacara daur hidup yang dilaksanakan untuk kepentingan individual, buku ini juga membahas upacara P…