Buku ini menceritakan seorang anak yang menghabiskan waktu liburnya di sawah membantu pekerjaan orang tuanya
Perdi harus berpindah tempat tinggal karena ayahnya berpindah tugas kerja. Bermain bola adalah cara Perdi menghabiskan waktu di tempat baru. Di sana, Perdi bertemu Doni, anak dengan disabilitas sindrom down. Mengajak Doni bermain bola ternyata tidak mudah. Akankah Perdi bisa mengajak Doni bermain bola?
Aku tas tua yang lusuh dan usang. Tubuhku penuh dengan lubang dan warnaku sudah pudar. Tapi pemilikku, Aena, memutuskan untuk mengubahku. Mau tahu cara Aena mengubah barang lama menjadi sesuatu yang menakjubkan? Mari ikuti cerita seru ini!
Ani seorang anak tunawicara. Ani akan berulang tahun. Dia ingin ulang tahunnya dirayakan. Sayang Ibu tidak ada, tiba-tiba ke luar kota. Ani kecewa. Kak Ardu berusaha menghibur Ani. Akan Ani bahagia? Apakah dia bersedih? Yuk, kita baca bersama!
Malika ingin mengikuti bazar sekolah. Dia bingung mau menjual apa. Malika berkumpul dengan teman-teman, lalu mereka setuju untuk membuat moci. Apakah Malika dan teman-temannya berhasil membuat moci?
Anik adalah dokter cilik di sekolahnya. Dia ingin mengajak teman-teman untuk menjaga kebersihan dan mengolah sampah, tapi terkadang dia mendapat omelan dari temannya. Karena ingin membuat bank sampah, Anik membuatnya dari kardus bekas. Sayangnya hujan turun dan membuat bank sampah Anik rusak. Apakah keinginan Anik akan tercapai?
Roman bercorak satir politik seperti ini akan abadi dan tak lekang oleh zaman karena kemiskinan dan penindasan selalu terjadi di berbagai belahan bumi. Oleh karena itu, cerita Max Havelaar menjadi relevan di berbagai negara. Penerjemahan ke dalam bahasa setempat menjadi jalan keluar memahami cerita Max Havelaar. Buku ini menyebutkan hingga sekarang, Max Havelaar telah diterjemahkan ke dalam …