Superimposed, interwoven, and reinterpreted by a succession of rich and complex societies, it is these external contributions that forged the multiple worlds that were then finely coloured and chiselled by relationships with the sea.
Buku ini menyuguhkan program pameran, pemutaran film, lokakarya.
Buku ini merupakan hasil dari pameran yang diadakan oleh program kerja sama GNI dnegan lembaga budaya Seni Rupa Daring dalam rangka TKTB tahun 2021 dengan tajuk "Restart : Berhenti Sejenak untuk Melompat Lebih Jauh Lagi". Pameran ini merupakan wadah atau ruang bagi keragaman ekspresi budaya sekaligus mendorong interaksi budaya yang memungkinkan terjadinya silaturahmi kesenian antara berbagai wi…
Buku ini merupakan hasil kajian yang memuat sejumlah temuan dari penelusuran penulis baik yang didapatkan dari sumber pustaka maupun sumber primer melalui sejumlah wawancara yang dilakukan kepada narasumber yang terdiri dari tokoh-tokoh yang berperan penting dalam pendirian Galeri Nasional Indonesia (GNI). Gagasan mengenai GNI tersebut dijabarkan dalam periodisasi mulai dari masa pra-kemerdekaa…
Pameran seni rupa nusantara "kontraksi: pascatradisionalisme" merupakan pameran bersama seniman seluruh Indonesia yang berpartisipasi, menunjukkan potensi dan kreativitas serta eksistensinya dalam ajang seni rupa bertaraf nasional, baik para perupa muda maupun perupa handal yang telah lama berkecimpung di dunia seni rupa baik nasional maupun internasional. Pameran ini sekaligus menjadi media pe…
Dalam bukum ini membahas perjalanan hidup Tedja Soeminar. Melalui buku ini, diharapkan muncul Tedja -Tedja berikutnya yang turut berkontribusi dalam memajukan seni rupa, khususnya sketsa Indonesia.
Sebagai karya seni, ragam hias ditemukan di berbagai belahan dunia. Sedemikian jauh peradaban ini terbang mengarungi samudra, menembus batas dunia, namun ia tetap bukan produk modernisme yang gegap gempita. Secara historis, ragam hias atau ornamen justru lahir dari pedalaman, tradisional, religius-magis. Perhatikan saja masyarakat berburu dan pengumpul makanan. Ragam hias memiliki makna bukan h…
Daftar Isi: 1. Rumah Seni Cemeti Sebagai Kapital Budaya Seni Rupa Kontemporer Indonesia 2. Perluasan Definisi Karya Seni: Interpretasi Dimensi Non-Estetis Dalam Kapital Budaya 3. Resistensi Raden Saleh Terhadap Kolonialisme: Analisis Semiotika pada Lukisan "Pemburu Banteng" (1840) 4. Kebudayaan Digital Dalam Ruang Rupa: Representasi Makana Dibalik Lukisan Asri Nugroho 5. Universalism Bey…
Buku ini berisi tentang pameran bertema Celebrating Indonesian Portraiture oleh Dr. Oei Hong Djien di OHD Museum, Magelang, Jawa Tengah. Dibagi dalam bab yang menjelaskan tentang setiap lukisan dan patung di dalam setiap ruangan pada OHD Museum.
Buku ini berisi tentang kumpulan lukisan yang bertema. Memiliki dua penulis di dalamnya yaitu, Jim Supangkat dan Iwan Sewandono yang mengangkat tema berbeda. Jim Supangkat dengan tema People in 70 years dan Iwan Sewandono dengan Historic prelude to revolution and nation building in Indonesia and an exploration through painters eyes.