Tema puisi Jawa dalam buku ini kebanyakan tentang asmara, ditandai dengan munculnya topik janji setia, kerinduan, perasaan kehilangan, kekecewaan, penyesalan, kebahagiaan, kesepian, kesendirian, dan semacamnya, meskipun ada juga tema lain yang menjadi perhatian Sriyanti S Sastroprayitno, seperti sosial, religius, serta keindahan dan tanda-tanda alam.
Buku ini bertujuan untuk mengenal lebih dekat dengan Ki Hajar Dewantara dan W.R. Soepratman. Dalam buku ini diaparkan secara singkat sikap, perilaku dan tindakan kedua pahlawan tersebut yang perlu dicontoh untuk generasi muda (siswa SMP). Melalui buku ini, generasi muda diajak untuk mengetahui kedua tokoh itu mempunyai kegemaran membaca dan menulis.
Buku ini memperkenalkan mainan tradisional yang dimainkan anak-anak zaman dulu. permainan yang jauh sekali dengan yang namanya teknologi moderen, seperti komputer, robot, ataupun ponsel, dan android.
Buku ini merupakan upaya untuk menambah bahan bacaan siswa sekolah menengah atas (sma) yang berbasis pengetahuan budaya. Kekayaan budaya masyarakat Alor yang menjadi sumber utama penulisan buku ini pada awalnya adalah hasil penelitian tradisi lisan yang ditransformasi menjadi sumber literasi.
Buku Ganongan Cilik Bumi Ponorogo ini mengisahkan tentang seorang penari ganongan yang masih kanak-kanak. Ia belajar menjadi bagian dari sebuah sanggar reog dan mengenal asal mula kesenian reog, Dengan buku ini diharapkan agar anak-anak Indonesia mengenal lebih dekat kesenian reog sehingga tumbuh rasa cinta dan ikut menghargai serta melestarikan kesenian yang bernilai tinggi.
Buku Jamu, Ramuan Tradisional Kaya Manfaat memuat konten berupa sejarah jamu dan manfaat jamu untuk kesehatan dan kecantikan, buku ini merupakan hasil dari sayembara penulisan bahan bacaan Gerakan Literasi Nasional 2018.
Tembang macapat adalah puisi tradisional Jawa warisan leluhur yang sarat dengan makna. Tembang macapat menggambarkan kehidupan manusia sejak dalam kandungan hingga meninggal dunia. Di dalamnya terdapat pesan-pesan indah dan nasihat berharga. Pada masa lalu, tembang macapat banyak digunakan oleh Wali Songo untuk berdakwah. Kata-kata bijak yang tertulis di dalamnya, menyentuh kalbu siapa pun yang…
Buku ini merupakan hasil dari sayembara penulisan bahan bacaan Gerakan Literasi Nasional 2018.
Buku ini bercerita tentang seorang remaja yang bernama Muhammad Kamalsyah yang lahir di Pontianak. Ia adalah seorang pecatur dan merupakan anak dari Mahaseng Patappa dan Tina Sumarna yang berasal dari Kalimantan Brat. Kamal memiliki banyak prestasi dan untuk mencapai itu semua, bertahun-tahun ia harus bekerja keras, berlatih dan belajar catur terus menerus tidak kenal menyerah. Semangat ini yan…
Buku ini mencoba mengisahkan sejarah sebuah kota, arsitektur, dan masyarakat yang hidup di dalamnya. Buku ini merupakan hasil dari sayembara penulisan bahan bacaan Gerakan Literasi Nasional 2018.
Kincir air adalah warisan masyarakat Nusantara yang perlu kita ketahui. Sekalipun sudah sangat jarang digunakan dalam praktik kehidupan dewasa ini , tetapi sebagai sebuah kearifan lokal atau local genius bangsa, kincir air perlu dipelajari terutama oleh generasi muda.
Cerita ini terangkai dalam kejadian awal tahun 1949, ketika bangsa indonesia sedang berjuang dan mempertahankan kemerdekaan, melawan bangsa Belanda yang masih ingin menjajah negara kita lagi. Meskipun sudah lama kejadiannya, namun hanya beberapa cuilan pengalaman yang baru diceritakan, yang barang kali masih terasa baru, dan bisa menjadi pengisi eaktu luang.
Buku ini mengajak para siswa untuk mengetahui berbagai panganan tradisional khas Aceh yang mungkin tidak semua siswa mengetahuinya. Beberapa makanan yang terdapat di Aceh ada juga di daerah lainnya di Indonesia. Namun apa yang disajikan dalam buku ini sesuai dengan tradisi dan kekhasan pengelohan di Aceh.