Sebagai karya seni, ragam hias ditemukan di berbagai belahan dunia. Sedemikian jauh peradaban ini terbang mengarungi samudra, menembus batas dunia, namun ia tetap bukan produk modernisme yang gegap gempita. Secara historis, ragam hias atau ornamen justru lahir dari pedalaman, tradisional, religius-magis. Perhatikan saja masyarakat berburu dan pengumpul makanan. Ragam hias memiliki makna bukan h…
Buku ini merupakan materi informasi mengenai salah satu mata rantai kebudayaan dan peradaban Indonesia, serta merupakan acuan jati diri bagi generasi sekarang, esok, dan seterusnya. Beberapa artikel yang disampaikan dalam buku ini, merupakan hasil penelitian dan penemuan terbaru arkeologi, bukan hanya syarat akan makna dan simbol, melainkan juga menampilkan berbagai persoalan.
Penelitian tentang Pola Keruangan Okupasi Manusia di Situs-Situs Kala Plestosen-Holasen sudah dilaksanakan di dua kabupaten, yaitu Kabupaten Gunungkidul (tahun 2016) dan Kabupaten Pacitan (tahun 2019). Hasil penelitian di Kabupaten Gunungkidul menyimpulkan bahwa perkembangan budaya (bisa jadi asalnya) ada di bagian timur terkait tinggalan budaya Paleolitik dan bagian selatan (kawasan karst) ter…
Buku Penelitian Ilmiah Arkeologi jilid 5 ini memuat 10 makalah dalam topik Arsitektur dalam kajian arkeologi. Makalah-makalah tersebut membicarakan tentang arsitektur bangunan keagamaan, bangunan hunian, dan bangunan lain, rekonstruksi bangunan, pola pesebaran bangunan, dan simbolisme dalam kesenian
Kajian topik dalam buku ini menggunakan pendekatan arkeologi dan antropologi, serta berupaya menginterpretasikan fungsi dan maksa gambar telapak tangan gua prasejarah yang banyak ditemukan di Indonesia, khususnya di Sulawesi Selatan, berdasarkan eksplanasi upacara Mabedda Bola. Selain itu, studi ini penting dilakukan untuk mendokumentasikan dan melestarikan Mabedda Bola yang kian langka.
Penulis buku ini mencoba menyajikan kajian warisan sumber daya arkeologi di beberapa wilayah di Sulawesi Selatan, meliputi Bantaeng, Selayar, Soppeng, Makassar, Wajo, Barru, Sidrap, dan Pinrang.