Buku ini adalah hasil pelatihan cerita anak berbahasa banjar untuk penerjemahan berbasis STEM dan kearipan lokal. Hasil dari pelatihan tersebut dicetak dalam dua bahasa, indonsia dan Banjar.
Seorang anak dan kaka dari 2 orang adik yang bernama Nasywa ia membantu mampromsikan kain sasirangan yang di buat oleh ibunya lalu kain itu laku di beli oleh guru guru dan ibu ibu untuk seragam maulid berkat itu semua keluarga nasywa membuka toko di depan rumahnya yang dinamakan Toko Sasirangan Nasywa
Aman yang sedang belajar meranglai bunga di rumah Neneknya
Cerita tentang memungut kasturi
Fandi ingin mengikuti ayahnya untuk melaut tetapi tidak dibolehkan oleh ayahnya.
Buku ini menceritakan Galuh yang sedang liburan dan baru mengenal Mandai
DILUBUK SAWAH ADA DUA EKOR IKAN NAMANYA GABUS DAN BETOK
Buku ini menceritakan tentang si besar yang mahir berenang
Selama liburan sekolah, Tono dan Tini berkunjung ke kampung bersama ibu mereka. Di kampung, mereka mengunjungi rumah kakek dan nenek. Di sana, Tono dan Tini membantu berkebun, memetik lada, makan bersama keluarga, dan bercerita tentang banyak hal. Liburan mereka penuh dengan kegiatan yang menyenangkan dan berkesan di kampung.
Buku ini mengingatkan atas pentingnya kesadaran dan kewaspadaan terhadap fenomena, baik disrupsi dari sisi teknologi Big Data dan AI, maupun sisi gelapnya seperti transaksi data ilegal hasil pembobolan, barang ilegal di toko atau pasar gelap, hingga data privasi masyarakat.
This is a controversial and thought-provoking work, resulting from a lifetime of detailed research, which challenges the very idea of 'England' and what it means to be English.
Includes bibliographical references and index.;
An introduction to the history of translation theory, exploring the strengthsand weaknesses of the major schools of thought.