Di tengah proses penilaian dalam lomba penulisan ini di pandang perlu bahwa tulisan yang di ikutkan lomba layak untuk diketahui masyarakat luas. Pada saat bersamaan, datang pula usulan agar kompilasi karya jurnalistik itu disandingkan dengan analisis para pakar dan praktisi yang mengikuti perjalanan Rancangan Undang-Undang Administrasi Pemerintahan. Dengan begitu, buku ini diharapkan menawarkan…
Buku ini berfokus dari pengembangan sistem pendidikan inklusif ini terletak pada penguatan tata kelola pendidikan inklusif di tingkat pemerintah dan sekolah, peningkatan kapasitas pendidik dan tenaga kependidikan, mendorong terciptanya lingkungan yang akses, serta kampanye pendidikan inklusif.
Kebijakan Earmarking dapat membuat keberlangsungan ketersediaan dana untuk suatu program berjalan dengan baik. Bentuk Kebijakan Earmarking di Indonesia adalah alokasi anggaran pemerintah khusus untuk sektor pendidikan (20%) dan untuk sektor kesehatan (5%). Dengan alokasi anggaran khusus tersebut, program prioritas terhadap pergeseran mayoritas, inefisiensi, dan korupsi dapat diatasi dengan Kebi…
Dalam fungsinya sebagai pembuat kebijakan, pengambil kebijakan dapat melakukan dua kebijakan utama yakni kebijakan fiskal dan kebijakan moneter. Kedua kebijakan ini selalu diimplementasikan secara bersamaan dan saling melengkapi. Fokus penulisan dari buku ajar ini adalah pada kebijakan moneter. Buku ini merupakan presentasi yang komprehensif mengenai kebijakan moneter yang mengintegrasikan p…
Buku ini merefleksikan pengalaman penulis saat menjadi Wakil Menteri PANRB 2011-2014. Sebagai Menteri PANRB masa itu, saya merasa sangat terbantu dengan pemikiran Pak Eko Prasojo dalam mewujudkan gagasan Reformasi Birokrasi. Sinergi Menteri dan Wakil Menteri menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan RB. Buku ini dapat menjadi inspirasi bagi para penggerak RB di Indonesia. Selamat untuk Pak Eko Pra…
Buku ini menguak narasi sejarah Pemilu yang digelapkan selama masa kekuasaan Orde Baru. Bahkan arsip seputar penyelenggaraan Pemilihan DPRD 1957 dan Pemilu-pemilu daerah tahun 1951-1952 juga hilang. Buku ini juga memberi pandangan yang lebih luas dalam analisanya mengenai mobilisasi massa, juga titik temu antara Pemilu 1955 dan gejolak-gejolak politik yang terjadi setelah pemilu.