Pulung, murid kelas 2 SMP, sulit menghapal Pancasila dan makna lambangnya. Ia memiliki daya ingat lemah. Walau demikian Pulung anak baik. Sepulang sekolah sebelum mengaji di surau, ia rajin membantu Abahnya untuk mengumpulkan beras perelek, sebuah budaya turun-temurun di kampung mereka. Warga kampung mensedekahkan satu kaleng susu beras yang mereka letakkan di depan rumah. Beras itu mereka kump…
Daftar Isi: 1. Jamur Paecilomyces dari Leang Pettae di Kawasan Karst Maros dan Saran Pelestarian Gambar Cadasnya. 2. Teknologi dan Sumber Bahan Gerabah Situs Mulyosari Berdasarkan Analisis Petrografi. 3. Kajian Arca Agastya Bertubuh Ramping Koleksi Museum Mpu Purwa Kota Malang. 4. Tradisi Islam dalam Prasasti dan Naskah Ulu di Wilayah Pasemah, Sumatera Selatan, Indonesia. 5. Peran Kearifan…
DAFTAR ISI PENGANTAR REDAKSI ............................................................................................ iii UCAPAN TERIMA KASIH ........................................................................................ vi DAFTAR ISI .................................................................................................................. vii ? Subjektivitas Peremp…
Buku berbahasa Muna-Indonesia-Inggris
Buku berbahasa Ciacia-Indonesia-Inggris
Buku berbahasa Tolaki-Indonesia-Inggris
Buku ini merupakan peta jalan, panduan, modul dan pedoman pelatihan fasilitator, pedoman penilaian dan evaluasi, dan materi pendukung Gerakan Literasi Nasional untuk mmewujudkan ekosistem yang kaya literasi di seluruh wilayah Indonesia.
karya-karya pada buku ini dikatakan memuat miniatur biografi Trisutji Kamal dalam format musik. Syair-syair yang diambil sebagai lirik pada tiap lagu – baik dari puisi karangan beliau dan penyair lain – merefleksikan perasaan, kesan, serta momentum penting dalam hidup Trisutji Kamal. Mungkin dapat dianalogikan, tembang puitik ini merupakan inspiration-within-inspiration karena puisi-puisi y…
Buku ini kaya dengan informasi tentang aspek-aspek sosial, aktivitas ekonomi, dinamika politik, kehidupan budaya, dan praktik-praktik keagamaan Dunia Timur/Nusantara pada awal abad ke-16.
Pembahasan awal dimulai dengan ulasan konsep kemajemukan dalam dua ranah yang berbeda. Bab Il membahas konsep kemajemukan dalam ranah dunia nyata, dilanjutkan dengan pembahasan tentang konsep kemajemukan dalam ranah matematika pada Bab III. Pembahasan kemajemukan di matematika di Bab III bersifat konseptual dan abstrak sehingga bagi para pembaca yang lebih merasa nyaman pada pembahasan yang leb…