Buku ini menceritakan tentang Adul dan kakeknya yang sudah tua tinggal di rumah kayu yang terletak di leren Gunung Meratus.
Buku ini menceritakan tentang mengunjungi nene
Di hari ulang tahun adiknya, Eni ingin membelikan kopiah resam untuk Ali, adiknya. Karena selama ini Ali suka menggunakan kopiah resam milik ayah mereka yang kebesaran. Eni ingin menabung. Tetapi, Eni belum punya celengan sehingga dia berinisiatif membuat celengannya sendiri menggunakan botol bekas. Rupanya celengan buatan Eni disukai teman-temannya. Eni pun membuat celengan dan menjualnya.
Ibu berlari menuju ke halaman depan rumah, membawa sepiring ibu kayu rebus untuk Dhiaz, tetapi Dhiaz mengabaikan tawaran ubi kayu dari Ibu. Ibu sedikit kecewa atas penolakan Dhiaz, Ibu takut Dhiaz terkena kempunan atau kesialan, maklumlah di Pulai Belitung ada tradisi yang masih begitu kental dan sakral. Arrggghhh.....gubraakkkk". Dhiaz berteriak, sepedanya oleng hilang keseimbangan dan terjatu…
Bujoi itu teman yang baik. Dia memang tidak bisa mendengar dan berbicara. Dia adalah anak yang suka menolong. Bujoi punya kawan, namanya Bujung dan Seman. Dalam berteman, dia memakai bahasa isyarat. Sebentar lagi ada pawai likur. Seman, Bujoi, dan Bujung merencanakan membuat mobil-mobilan dari pelepah rembiak untuk pawai likur. Anak-anak itu pergi ke kebun menggunakan kereta sorong. Seman, Bujo…
Caca pulang sekolah bersama dengan abangnya menggunakan sepeda. Hari ini terasa spesial bagi Caca. Ia akan membantu ibu menyiapkan Mie Rebus Belitong untuk ikut dalam Festival Kuliner di Manggar. Acaranya besok, tetapi dia sudah sangat bersemangat hari ini. Ia membantu ibu menyiapkan semua keperluan festival. Malamnya, Caca tidur cepat karena sudah berjanji untuk bangun lebih pagi. Hari yang di…
Suatu sore, saat Dava sedang berlatih bola, ia tidak sengaja menendang bola ke halaman rumah tetangganya yang baru pindah. Bola itu menggelinding sampai ke belakang kaki seorang anak lelaki seumurannya. Tetapi, anak lelaki itu tidak sadar. Berkali-kali Dava memanggil dan menyuruhnya melempar bola itu. Tetapi, ia tetap mengabaikan. Sampai akhirnya, Dava melempar sebuah batu dan membuatnya menole…
Awan berkunjung ke ladang Kakek yang akan panen padi di bawah kaki Bukit Cundong. Ketika dia memanen padi, dia melihat sesuatu bersembunyi diballik rumpun padi. Awan penasaran! Seperti apakah petualangan Awan di ladang Atuk?
Riu tak sabar menantikan kemplang buatan Ibu. Prosesnya agak panjang. Adonan harus direbus, dibiarkan dingin, diiris tipis dan harus dijemur. Dalam proses-proses ini terdapat ilmu alam atau sains yang bisa dipelajari Riu. Seperti apa, ya? Saat menjemur kemplang, tak diduga langit mendung. Terpaksa kemplang mentah harus diangkat kembali ke dalam rumah. Riu meminta ibu untuk menggoreng kemplang m…
Ega sekeluarga baru pindah karena ikut bapaknya yang pindah tugas. Ibu menyarankan Ega main di lapangan depan rumah. Ega melihat anak-anak perempuan seusianya mencari dan memungut sesuatu. Rupanya mereka memungut biji saga yang jatuh. Ega ikut juga. Ega baru kali itulah melihat biji dan pohon saga. Ia ingin mencicipinya. Akan tetapi, ia terkena tendangan bola dari Danu yang menyandang tunarungu…
Sejak kecil, Bobo sangat suka makan ikan goreng. Suatu hari, Bobo melihat suatu benda di atas meja. Makanan itu adalah ikan-ikan kecil berwarna hitam yang setengah lembek dicampur dengan potongan bawang dan irisan cabai. Bobo tidak tahu itu makanan sampai ibunya mengatakan bahwa itu adalah sambal rusip. Bobo awalnya sedikit ragu, tetapi, ia tetap mencoba mencicipinya. Apakah Bobo akan menyukai …
Resti dan keluarga berencana berliburan ke pulau Lengkuas. Resti menyambut gembira dengan rencana itu. Apalagi rencana tersebut sudah cukup lama disampaikan ayahnya. Ketika mereka kedatangan tante Anggi, barulah rencana tersebut bisa dilaksanakan. Sebelum ke pulau Lengkuas, mereka menggunakan kendaraan dari Tanjungpandan menuju Tanjungkelayang. Tanjungkelayang adalah salah satu titik keberangka…
Awang adalah anak yang cerdas dan selalu ingin tahu segala hal yang dia rasakan dan alami. Hari ini tepat tanggal 1 Muharram pada penanggalan hijriah yang menandakan prosesi adat Selamatan Kampung Lalang akan dimulai. Tidak seperti biasanya, orang-orang di Kampung Lalang berbondong-bondong mengumpulkan daun ati-ati dan neruse (gandarus) untuk dibawa ke rumah Kik Hamka selaku dukun kampung, sebu…
Rara ikut Nek Ute ke Pulau Seliu. Mereka pergi dengan menggunakan perahu. Pemandangan dari atas perahu sangat menakjubkan. Rara dan Nek Ute pergi untuk mengunjungi Bibi Fatonah dan anaknya, Sena. Rara sangat akrab dengan Sena. Mereka bermain kereta sorong bersama. Saat asyik bermain, tiba-tiba terjadi sesuatu yang tidak terduga! Apakah Rara dan Sena baik-baik saja? Yuk, kita ikuti petualangan m…
Ali, bocah laki-laki yang baru saja masuk sekolah dasar. Dia memiliki adik perempuan bernama Cika, yang masih bersekolah di sekolah PAUD. Emak Ali hari ini mau membuat Telur Seroja. Ali baru pertama kali melihat Emak membuat Telur Seroja. Dia ingin sekali membantu, tapi Cika selalu mengganggu ketika dia membuat Telur Seroja. Bisakah Ali menyelesaikan tugasnya membuat Telur Seroja?
Gogo sangat suka martabak manis khas Bangka Belitung. Ibunya, sering sekali membuatkan martabak untuk Gogo. Tapi, akhir-akhir ini, Ibu selalu membuat martabak dengan isi yang sama setiap hari! Isinya gula, kacang tanah, dan wijen. Gogo bosan, ia ingin mencoba martabak dengan isi yang berbeda. Di saat ia mengantarkan martabak buatan ibunya ke Toko Roti Tante Linna tanpa sengaja ia menumpahkan se…
Pandi kek Tolib diajak gi ke Kampung Kacung gi ningok urang ngarak sasor. Sasor tu gerubak yang lah diias bagus. Urang jadi renyek naek e. Sayang e, sasor tu gerubak yang lah diias bagus. Urang jadi renyek naek e. Sayang e, sasor tu ukan punye urang tu. Anye urang yang lah tamat ngaji Al-Qur'an yang jadi naek e. Pandi danbTolib diajak pergi ke Desa Kacung untuk melihat arak-arakan sasor. Sas…
Huwaaah, besok di sekolah ada market day. Rara bingung harus menjual apa? Aha. Rara mendapat ide! Dia akan membuat kue bolu remeng khas Bangka. Bersama ibu Rara mulai sibuk menyiapkan bahan bahan pembuat kue. Apakah Rara berhasil membuat bolo remeng untuk dijual di acara market day? Apakah temen-temennya menyukai bolu buatan Rara? Wah,Rara jadi tidak sabar. Yuk temen-temen kita temani Rara memb…
Akhir pekan itu menjadi hari yang sangat menyenangkan bagi Maryam. Ayah dan bunda mengajak Maryam ke rumah sepupunya, Malik, di desa. Bukan hanya suasana desa yang asri atau keseruan bermain dengan Malik yang membuat Maryam bahagia. Ada hal lain yang semakin menambah kegembiraannya. Ada yang tahu apakah itu? Maryam bisa mengenal Ciko dan Ciki. Mereka memiliki bulu yang cantik dan mata bening. S…
Hore! Acit punya kelambu baru. Acit dan Amoi bekerjasama memasang kelambu. Bentuk kelambu Acit unik sekali. Namun, ternyata rumit! Apakah Acit dan Amoi berhasil memasangnya?
Di Desa Nyelanding, ada tradisi yang disebut Hikok Helawang. Hikok Helawang diadakan pada setiap tanggal satu Muharram. Saat acara HikHok Helawang, banyak orang berkunjung ke desa untuk bertemu ke rumah kerabat dan teman-temannya. Kali ini, Fatur dan keluarganya pergi ke desa Nylanding, desa tempat asal Ibu Fatar. Mereka pergi ke rumah saudara Ibu, Bibi Halimah. Suasana di desa sangat ramai saa…
Sidi memiliki sebuah Gasing Terenang yang amat disayanginya. Di hari-hari libur ia begasing (bermain gasing) dengan teman-temannya. Dalam permainan ketika dipangkah temannya terpelanting hingga mengenai rumah Kik Dar. Karena hal tersebut, Kik Dar mengomel dan didapati olehnya Gasing Terenang Sidi terbelah dua. Sidi pun menangis keras. Kik Dar menjadi iba dan membuatkan gasing untuk Sidi. Hingga…
Zul pergi ke sawah. Ia memiliki teman orang-orangan sawah bernama Owa. Saat panen tiba, banyak burung pipit hinggap dan mematuk terindak Owa. Zul khawatir terindak Owa rusak. Ia berusaha menghalau burung agar pergi menjauh. Bagaimana cara Zul agar burung pergi menjauh dari terindak Owa?
Zai mendapatkan tugas sekolah untuk menampilkan kesenian daerah mereka. Zai kemudian mengajak sahabat karibnya, Ali untuk bergabung bersama dalam satu kelompok. Mereka akan menampilkan salah satu jenis kesenian daerah khas Belitung. Di tengah gempuran anak seusia mereka yang tidak terlalu mengenali seni tradisional, apakah mereka berdua bisa? Setelah menentukan pilihan kesenian yang akan ditamp…
Rian ikut Ayah mengambil air di Sungai. Mereka bertemu dengan hewan aneh. Ia bisa menggulung badannya seperti bola. Tenggiling namanya. Dulu tenggiling banyak dijumpai di hutan Bangka Belitung. Sayangnya, tenggiling hampir punah. Rian tergerak untuk melindungi tengiling. Rian ingin memeliharanya. Apakah boleh? Bagaimana cara Rian menjaga tenggiling?
Mansa suka memelihara ikan. Ia baru saja memenangkan lomba menangkap ikan di sungai Teluk Rubiah. Ia meletakkan ikan cupang dalam stoples akuarium. Namun, air di rumah Mansa kotor semua. Air di bak mandi rumahnya kotor. Air di ember penampungan juga tidak bersih. Begitu juga dengan air yang keluar dari keran. Mungkinkah air yang mengalir ke rumah Mansa tercemar? Mansa takut ikannya sakit karen…
Musim hujan telah tiba. Banyak jamur tumbuh di hutan. Ayah mengajak Fatih mencari jamur. Di sana banyak sekali pohon, burung dan tupai. Ayah menemukan jamur berwarna putih. Jamur itu memiliki kaus kaki. Jamur tersebut tumbuh di dekat pohon pelawan. Ayah menyebutnya jamur pelanduk. Fatih penasaran dan ikut mencari jamur pelanduk, Apakah Fatih berhasil menemukan jamur pelanduk yang memiliki kaus…
Cerita ini mengisahkan tentang rutinitas seorang bapak, Pak Amat dengan kedua anaknya, Ara dan Ari setiap hari. Menjadi teladan buat anaknya, mengajarkan tentang hidup disiplin, rapi, dan teratur. Mengenalkan cara memilah sampah sejak dini. Pentingnya meluangkan waktu bersama keluarga dimanfaatkan untuk kebaikan tumbuh kembang anak. Memperkenalkan tokoh daerah yang menginspirasi. Mengagumi kei…
Satria mengajarkan Tio dan Yoga bagaimana cara membuat perangkap burung pentis. Ternyata obrolan mereka di halaman belakang diperhatikan dari ayah Satria dan Mak Leha. Ayah Satria memberikan makna dari ilmu pengetahuan alam kepada Satria, Tio, dan Yoga. Awalnya, Mak Leha khawatir ketika mereka ingin masuk hutan karena khawatir diganggu makhluk penunggu hutan yang ramai dibicarakan orang kampung…